SENDAWAR — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menempatkan gotong royong sebagai landasan utama dalam upaya pencegahan karhutla. Wakil Bupati H. Nanang menegaskan semangat kebersamaan itu tidak hanya berlaku untuk pembangunan daerah, tetapi juga untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan publik.
Warga diminta proaktif menghindari tindakan berisiko tinggi yang bisa memicu kebakaran. Seruan itu disampaikan langsung oleh Wabup Nanang dalam keterangan resmi, Senin (26/10/2026).
Apa Saja yang Diminta Wabup Nanang kepada Warga Kubar?
Ada tiga larangan utama yang ditekankan pemerintah daerah. Warga diimbau tidak membakar hutan maupun lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan titik api kepada pihak berwenang.
"Masyarakat diimbau untuk tidak membakar hutan maupun lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan titik api kepada pihak berwenang," ujar Wabup Nanang.
Menurutnya, kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menekan potensi bencana lingkungan tersebut. Tanpa keterlibatan warga, upaya pencegahan di lapangan dinilai tidak akan maksimal.
Gotong Royong Jadi Kunci Penanganan Karhutla
Pemkab Kutai Barat menilai semangat gotong royong harus diwujudkan pula dalam upaya mencegah dan menangani karhutla. Nilai kebersamaan itu ditempatkan sebagai fondasi, bukan sekadar imbauan musiman.
"Semangat gotong royong harus kita wujudkan pula dalam upaya mencegah dan menangani karhutla. Mari kita bersama-sama menjaga hutan, lahan, dan lingkungan demi keselamatan serta kesehatan masyarakat," ucapnya.
Seruan tersebut menyasar seluruh lapisan warga, mulai dari pemilik lahan hingga masyarakat yang beraktivitas di kawasan hutan. Pelaporan cepat atas titik api menjadi bagian penting dari rantai pencegahan yang dibangun pemerintah daerah.
Langkah Perlindungan Diri Saat Kabut Asap Pekat
Selain pencegahan titik api, Pemkab Kutai Barat mengingatkan warga agar siaga menghadapi potensi kabut asap yang dapat mengancam kesehatan. Beberapa langkah perlindungan diri perlu dijalankan, terutama saat aktivitas luar ruangan tak terhindarkan.
- Menggunakan masker secara konsisten saat harus beraktivitas di luar ruangan.
- Membatasi kegiatan di luar rumah apabila kondisi kabut asap semakin pekat.
- Memberikan perlindungan ekstra kepada kelompok rentan, terutama anak-anak dan lanjut usia (lansia) yang lebih sensitif terhadap gangguan pernapasan.
Anak-anak dan lansia disebut paling rentan terhadap dampak kabut asap karena sistem pernapasan mereka lebih sensitif. Karena itu, pengawasan orang tua dan keluarga terhadap kelompok usia ini menjadi prioritas.
Harapan Pemkab Kubar ke Depan
Melalui langkah mitigasi tersebut, Pemkab Kutai Barat berharap kesadaran kolektif masyarakat terbangun. Tujuannya jelas: lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman karhutla.
Pemerintah daerah menegaskan kewaspadaan tidak boleh kendur selama potensi karhutla masih ada. Pelaporan titik api oleh warga menjadi ujung tombak deteksi dini sebelum api membesar dan sulit dikendalikan.