SAMPIT — Penebalan kabut asap di Kota Sampit terpantau saat Bupati Kotim Halikinnor meninjau lokasi karhutla di Jalan Pramuka Gang Sahabat, Jumat (23/10/2026). Peninjauan dilakukan di tengah kondisi udara perkotaan yang dinilai semakin pekat dibanding hari-hari sebelumnya.
Halikinnor menyebut ada tiga faktor yang membuat asap menebal. Selain titik api baru di wilayah setempat, asap juga terbawa angin dari daerah lain dan diperparah kebakaran di lahan gambut.
Dua Kecamatan Paling Terdampak Kabut Asap
Dampak paling terasa di kawasan perkotaan, khususnya Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang. Kedua wilayah itu menjadi rujukan Bupati saat menjelaskan kondisi asap tiga hari terakhir.
"Jadi, kita melihat kondisi tiga hari terakhir ini memang sepertinya asap agak menebal, lebih pekat, khususnya di daerah perkotaan, Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang," kata Halikinnor.
Penebalan asap tidak hanya soal jarak pandang warga. Kebakaran di lahan gambut menjadi persoalan tersendiri karena api mudah bertahan di bawah permukaan dan mengeluarkan asap dalam waktu lama.
Mengapa Lahan Gambut Memperparah Asap Karhutla
Lahan gambut menyimpan bahan organik kering yang bisa terbakar tanpa api besar di permukaan. Kondisi itu membuat asap terus muncul meski petugas sudah menyiram titik api yang terlihat.
Asap yang terbawa angin dari wilayah lain menambah beban udara Sampit. Artinya, penanganan di dalam Kabupaten Kotim saja tidak cukup selama sumber asap dari luar daerah masih aktif.
Bupati Kotim belum merinci jumlah titik api baru maupun luas lahan yang terbakar dalam peninjauan tersebut. Data itu belum disampaikan dalam keterangan di lokasi karhutla Jalan Pramuka Gang Sahabat.
Warga Sampit Diminta Waspada di Dalam dan Luar Ruang
Kabut asap yang menebal di kawasan perkotaan berpotensi mengganggu aktivitas harian warga, terutama pengguna jalan dan kelompok rentan seperti anak-anak serta lansia. Warga di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang perlu memperhatikan kondisi udara sebelum beraktivitas di luar ruang.
Peninjauan lokasi karhutla oleh Bupati Halikinnor menunjukkan penanganan di lapangan masih berjalan. Langkah berikutnya bergantung pada perkembangan titik api dan arah angin yang membawa asap dari luar wilayah Kotim.