Pencarian

Kualitas Udara Tidak Sehat, Pemkot Balikpapan Perpanjang Belajar dari Rumah untuk TK hingga SMP

Senin, 26 Oktober 2026 • 16:46:31 WIB
Kualitas Udara Tidak Sehat, Pemkot Balikpapan Perpanjang Belajar dari Rumah untuk TK hingga SMP
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menegaskan pembelajaran jarak jauh berlanjut hingga kualitas udara dinyatakan aman dan sehat.

BALIKPAPAN — Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menyatakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akan terus berlangsung sampai kualitas udara benar-benar dinyatakan aman dan sehat. Keputusan memperpanjang PJJ merujuk pada Surat Edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 100.3.4.3/2724/E/Setda tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh untuk Satuan Pendidikan yang Terdampak Asap Kebakaran Hutan dan Lahan.

Surat edaran itu menghentikan sementara pembelajaran tatap muka di seluruh satuan pendidikan negeri dan swasta sejak 22 Oktober 2026. Cakupannya meliputi TK/PAUD, PNF/SKB, SD, hingga SMP.

ISPU Tiga Titik Pantau Masih di Atas Ambang Sehat

Pantauan Senin (26/10/2026) pukul 09.00 Wita menunjukkan indeks standar pencemar udara (ISPU) parameter PM2.5 di Stasiun Sepinggan mencapai 112. Stasiun Balikpapan Baru mencatat 105, sementara aplikasi pemantau kualitas udara IQAir menunjukkan angka 154.

Ketiga angka itu menempatkan kualitas udara Balikpapan dalam kategori tidak sehat. Belum ada tanda asap karhutla mereda dalam waktu dekat.

Anak-Anak dan Lansia Jadi Kelompok Paling Rentan

Menurut Rahmad, anak-anak dan lanjut usia termasuk kelompok yang rentan terdampak polusi udara. Pengalihan pembelajaran ke rumah menjadi salah satu upaya mengurangi risiko paparan asap terhadap siswa.

"PJJ berjalan sampai kualitas udara benar-benar dinyatakan aman dan sehat," ujar Rahmad, Senin (26/10/2026).

Pelaksanaan PJJ menuntut perhatian lebih dari orang tua. Selain memastikan anak mengikuti pembelajaran, orang tua perlu mengawasi aktivitas anak agar tidak bermain terlalu lama di luar rumah.

"Anak-anak kan biasanya tidak paham ini asap atau apa, mereka tahunya bermain. Jadi, harus kami yang peduli dengan mengatur PJJ," ucapnya.

Imbauan PHBS dan Masker saat Terpaksa Keluar Rumah

Rahmad mengimbau warga menjaga pola hidup bersih dan sehat, antara lain dengan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi, dan rutin mencuci tangan. Masker dianjurkan ketika masyarakat terpaksa beraktivitas di luar ruangan.

Selama kualitas udara belum membaik, anak didik masih belajar dari rumah dan orang tua perlu beradaptasi dengan pola belajar tersebut. Kepastian kembali ke sekolah menunggu kondisi udara dinyatakan aman bagi kesehatan.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kotaku.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks