Pencarian

El Nino Menguat hingga 2027, BMKG Balikpapan Ingatkan Petani Kaltim Sesuaikan Kalender Tanam

Selasa, 13 Oktober 2026 • 06:46:31 WIB
El Nino Menguat hingga 2027, BMKG Balikpapan Ingatkan Petani Kaltim Sesuaikan Kalender Tanam
Indeks El Nino tercatat 3,44 pada 3 September 2026 dan diprediksi berlanjut hingga 2027.

BALIKPAPAN — Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mencatat indeks El Nino pada 3 September 2026 menyentuh angka 3,44, sementara indeks bulanan berada di 2,77. Angka itu menjadi penanda kuatnya fenomena El Nino yang berlangsung sepanjang tahun ini. Prediksi 17 badan dunia yang memantau perkembangan El Nino menyebut kondisi tersebut masih berlanjut hingga 2027.

Djoko Sumardiono, Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan, menyampaikan hal itu dalam keterangan resmi terkait prediksi musim hujan 2026/2027 di Kaltim yang disampaikan secara virtual, Senin (12/10/2026). Menurutnya, kondisi El Nino diprediksi mulai bergerak menuju normal pada pertengahan tahun depan, sekitar Mei hingga Juli.

"Dampaknya sudah bisa kita rasakan sendiri. Musim kemarau di Kalimantan Timur berlangsung panjang. Namun, ini bukan berarti El Nino akan segera berakhir," ujar Djoko.

Musim Hujan 2026/2027 Lebih Pendek, Sifat Hujan Normal

Prakiraan BMKG menunjukkan musim hujan 2026/2027 di Kalimantan Timur berdurasi lebih pendek dibanding biasanya, dengan sifat hujan secara umum berada dalam kategori normal. Kondisi ini menjadi pertimbangan penting bagi sektor pertanian yang bergantung pada ketersediaan air dan ketepatan waktu tanam.

Petani diminta menyesuaikan kalender tanam dengan memperhatikan prakiraan awal musim hujan serta potensi durasi musim yang lebih singkat. Sebagian wilayah Kaltim juga diperkirakan mengalami kemunduran awal musim hujan.

"Kalau musim hujan hanya berlangsung sekitar tiga sampai empat bulan, perlu dipertimbangkan jenis tanaman yang sesuai untuk ditanam. Karena itu, informasi awal musim hujan ini penting sebagai dasar perencanaan," jelas Djoko.

Banjir, Tanah Longsor, hingga Banjir Rob di Depan Mata

Potensi bencana yang perlu diwaspadai selama periode peralihan musim maupun musim hujan meliputi banjir, tanah longsor, dan banjir rob di kawasan pesisir. Hujan intensitas tinggi juga berpotensi memicu banjir bandang di wilayah tertentu.

Masa peralihan dari kemarau menuju hujan dapat disertai angin kencang. Perubahan pola pergerakan massa udara dari Monsun Australia menuju Monsun Asia turut memengaruhi dinamika atmosfer dan waktu dimulainya musim hujan di sejumlah wilayah Kaltim.

BPBD bersama instansi terkait diharapkan memperkuat langkah mitigasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memperluas penyebaran informasi kebencanaan kepada masyarakat. Warga diminta memperhatikan peringatan dini cuaca, menjaga lingkungan dan saluran drainase, serta mengikuti arahan pihak berwenang ketika muncul potensi bencana.

Informasi Iklim Jadi Dasar Keputusan Lintas Sektor

Perubahan iklim dan pola musim memengaruhi aktivitas masyarakat, mulai dari pertanian hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana. Informasi prakiraan musim hujan dan kemarau menjadi dasar penyusunan rencana di berbagai sektor, termasuk bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha.

"Informasi yang dikeluarkan BMKG, terutama terkait awal musim hujan dan musim kemarau, perlu menjadi perhatian bersama untuk menyusun perencanaan dan mengambil keputusan di berbagai sektor," pungkas Djoko.

Kesiapsiagaan sejak dini menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko bencana sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi di Kalimantan Timur selama periode El Nino yang masih berlangsung hingga tahun depan.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltimfaktual.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks