BALIKPAPAN — Pengprov Hapkido Indonesia Kaltim memilih jalur swadaya untuk membiayai seluruh agenda pertandingan Porprov Kaltim VIII/2026. Langkah tersebut diambil setelah rapat bedah anggaran beberapa bulan lalu memastikan cabang olahraga itu tidak mengandalkan bantuan pemerintah daerah.
Plt Ketua Hapkido Kaltim, Juli Prastomo, menyebut keputusan itu sebagai inisiatif organisasi agar ajang tetap berjalan sesuai jadwal. Skema mandiri bukan hal baru bagi Hapkido, melainkan budaya yang sudah berjalan lama di tingkat pusat.
Redistribusi Dana Panitia untuk Kebutuhan Teknis
Pembiayaan swadaya dilakukan dengan redistribusi dana panitia ke pos-pos teknis pertandingan. Dana itu dialokasikan untuk pengadaan sarana, akomodasi perangkat pertandingan dari luar daerah, hingga subsidi honorarium wasit sesuai standar profesional.
Juli menegaskan pihaknya tidak mengurangi standar penyelenggaraan meski tanpa hibah. Seluruh kebutuhan teknis tetap dipenuhi agar kualitas pertandingan tidak turun.
"Sejak cabor ini berdiri dan berada di bawah naungan KONI Pusat, PPHI terbiasa mandiri tanpa bergantung pada bantuan anggaran event dari pemerintah. Kegiatan tetap berjalan sukses, standar tanding tetap terjaga, dan transparansi tetap nomor satu. Budaya inilah yang kami bawa ke Kaltim," ujar Juli.
GOR Tenis Meja Paser Jadi Arena Pertandingan
Hasil rapat Chef de Mission menetapkan pertandingan Hapkido berlangsung 23-25 November mendatang. Arena dipusatkan di GOR Tenis Meja, Paser, yang dinilai representatif untuk laga skala regional.
Fasilitas di lokasi tersebut disebut sudah siap seratus persen. Juli optimistis ajang berjalan kompetitif dan sportif bagi seluruh atlet Kaltim yang tampil.
Modal Kemandirian dan Kekompakan Personel
Menurut Juli, kemandirian, kesigapan, dan kekompakan personel organisasi menjadi kunci utama penyelenggaraan. Ia memastikan Hapkido Kaltim siap menyajikan pertandingan berkualitas.
"Kemandirian, kesigapan, dan kekompakan personil di dalam organisasi menjadi modal utama kami. Hapkido Kaltim siap menyajikan pertandingan yang berkualitas, sportif, dan membanggakan bagi Kaltim," tutupnya.
Dengan skema swadaya, Hapkido Kaltim menjadi salah satu cabang olahraga yang tetap melaju di Porprov Kaltim VIII/2026 tanpa bergantung pada anggaran daerah.