SAMARINDA — UNU Kaltim mewisuda 112 lulusan yang tersebar di empat fakultas. Rinciannya mencakup Program Studi Akuntansi, Farmasi, Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, PG PAUD, serta rumpun teknik seperti Teknik Informatika, Arsitektur, Desain Interior, Teknologi Industri Pertanian, dan Teknik Industri.
Rektor memastikan pihaknya telah melaporkan status kelulusan mahasiswa ke LLDikti. Pelaporan itu menjadi dasar penerbitan PIN sebagai penanda ijazah terdaftar resmi.
Hampir Semua Lulusan Sudah Kantongi PIN
Dari 112 wisudawan, tinggal sekitar 11 orang yang masih menunggu finalisasi PIN. Sisanya dinyatakan sudah mengantongi nomor tersebut.
"Status mahasiswa yang lulus tentunya sudah kita laporkan ke LLDikti, di mana yang lulus ini sudah harus memiliki PIN. Saat ini sudah hampir seratus persen memiliki PIN, dan hanya menyisakan sekitar 11 orang yang masih menunggu proses finalisasi," ujar Prof. Hamdani.
PIN menjadi syarat penting bagi lulusan yang hendak melanjutkan studi atau melamar kerja. Tanpa nomor itu, ijazah belum bisa diverifikasi secara nasional.
Tema Wisuda Soroti Daya Saing Internasional
Wisuda kali ini mengangkat tema "UNU Kaltim Bergerak, Berinovasi, Berdampak: Menguatkan Inovasi, Memperkuat Kolaborasi, Berdaya Saing Internasional." Tema tersebut merepresentasikan visi institusi menghadapi tantangan era digital.
Prof. Hamdani menegaskan lulusan perlu mengenal dunia kerja global, bukan hanya pasar lokal. Menurutnya, inovasi harus berjalan seiring dampak nyata bagi masyarakat.
"Harapan besar kita adalah UNU Kaltim terus bergerak maju. Mahasiswa harus mengenal era digital dan dunia kerja global, berinovasi, serta berdampak nyata bagi masyarakat dan bangsa Indonesia," jelas Prof. Hamdani.
Eko Pramono Raih IPK Tertinggi 3,92
Wisudawan terbaik diraih Eko Pramono dari Program Studi Ilmu Komunikasi dengan IPK 3,92. Penghargaan non-akademik diberikan kepada Tuezma Laga dari Teknik Industri dan Anindyorini dari PG PAUD.
Rektor berpesan agar para lulusan menjaga nama baik almamater dan memperkuat jejaring. Menurutnya, jejaring alumni yang solid menentukan kemajuan kampus.
"Kampus akan besar jika jejaring alumninya solid. Kita tidak bisa berdiri sendiri tanpa para alumni dan pemangku kepentingan lainnya," tutupnya.