BONTANG — Kepala Balai Layanan Kriptografi BSSN Yan Hadyonoer menilai langkah Pemkot Bontang memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan SPBE. Apresiasi itu disampaikan atas penerapan layanan Sandi Data yang berjalan sejak 2024. Menurut Yan, pengamanan berbasis kriptografi menunjukkan keseriusan pemerintah daerah menjaga data yang dikelola.
Penerapan kriptografi di Bontang menyasar pengelolaan data pribadi di RSUD Taman Husada. Data kesehatan dipilih karena tingkat sensitivitasnya tinggi, berkaitan langsung dengan kondisi pribadi seseorang. Perlindungan terhadap data yang dikelola fasilitas pelayanan kesehatan menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Apa Itu Layanan Sandi Data dan Bagaimana Cara Kerjanya
Melalui layanan Sandi Data, informasi diamankan dengan mekanisme penyandian sehingga tidak bisa dibaca langsung oleh pihak tanpa akses atau kunci yang sesuai. Kriptografi mengubah data menjadi bentuk tersandi yang hanya dapat dipulihkan lewat mekanisme dekripsi yang tepat.
Tanpa pengamanan memadai, data yang tersimpan dalam sistem berpotensi terpapar saat terjadi gangguan atau akses tidak sah. Kriptografi menekan risiko itu. Namun perlindungan data tetap butuh pengamanan sistem, pengelolaan akses, pemantauan, dan penanganan kerentanan secara berkelanjutan.
Serangan Siber Akhir 2025 Jadi Titik Balik Pembenahan
Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bontang mengalami serangan siber pada akhir 2025. Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa transformasi digital perlu berjalan beriringan dengan penguatan sistem keamanan. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan keamanan digital merupakan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah, bukan hanya Dinas Komunikasi dan Informatika.
"Transformasi digital bukan hanya soal menghadirkan layanan secara online. Kita juga harus memastikan sistemnya aman dan data masyarakat terlindungi. Pengalaman menghadapi serangan siber menjadi pelajaran bagi kita untuk terus berbenah, meningkatkan kewaspadaan, dan memperkuat koordinasi antar perangkat daerah," ujar Neni.
Neni menambahkan bahwa keamanan digital bukan hanya tugas Diskominfo. "Apa yang sudah baik harus kita pertahankan, dan apa yang masih kurang harus segera kita perbaiki. Tujuannya agar masyarakat Kota Bontang bisa mendapatkan pelayanan digital yang aman, nyaman, dan terpercaya," katanya.
Pemantauan Berkala dan Penyaringan Sejak Tahap Pengembangan
Diskominfo Kota Bontang melakukan pemantauan keamanan secara berkala terhadap lalu lintas situs web dan aplikasi di server instansi tersebut. Pemantauan mencakup pengamatan anomali yang berpotensi mengindikasikan gangguan keamanan. Jika ditemukan indikasi kerentanan atau aktivitas tidak wajar, langkah tindak lanjut disiapkan agar risiko terhadap layanan dan data bisa ditekan.
Penguatan keamanan juga dilakukan sejak tahap pengembangan. Situs web dan aplikasi baru yang akan memakai infrastruktur pemerintah daerah perlu melalui peninjauan proses bisnis, pendokumentasian pemrosesan data pribadi lewat Record of Processing Activities (RoPA), serta penyusunan dokumen privasi.
Dengan penerapan kriptografi di RSUD Taman Husada dan pemantauan berkala Diskominfo, Pemkot Bontang menempatkan perlindungan data pribadi sebagai bagian dari layanan publik. BSSN mencatat Bontang sebagai satu-satunya pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan Timur yang menerapkan langkah ini.