BALIKPAPAN — BPBD Kalimantan Timur mencatat 273 kejadian kebakaran hutan dan lahan sepanjang periode pemantauan hingga 20 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, estimasi luas area yang terbakar mencapai 752 hektare, didominasi oleh lahan pertanian dan tanah milik masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, menyebut faktor kelalaian manusia masih menjadi pemicu utama di tengah situasi kekeringan. "Untuk Kaltim secara keseluruhan, luas lahan terbakar yang tercatat saat ini mencapai sekitar 752 hektare. Kita tetap waspada karena kondisi yang sebelumnya baik sudah menjadi sedang," ujarnya.
Ledakan Titik Api di Balikpapan dan Wilayah Sekitarnya
Data Pusdalops BPBD Kaltim menunjukkan lonjakan signifikan terjadi di Balikpapan. Sebanyak 32 kejadian karhutla tercatat pada 19 Agustus 2026, disusul 16 kejadian baru sehari kemudian yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Pergerakan asap kini menjadi perhatian serius. Berau dan Paser masuk dalam daftar prioritas pemantauan karena aktivitas kebakaran yang masih aktif. Berdasarkan analisis pergerakan asap, sebagian besar masih bersifat lokal, namun terdapat tambahan kiriman asap dari Kalimantan Selatan yang bergerak menuju Paser.
OMC dan Water Bombing Disiapkan untuk Percepat Pemadaman
Penanganan tidak hanya mengandalkan pemadaman darat. Operasi modifikasi cuaca (OMC) tengah dijalankan melalui koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan BMKG. Opsi water bombing juga disiapkan jika kondisi lapangan membutuhkan tindakan lebih lanjut.
Danlanud Dhomber Kolonel PNB I Gusti Ngurah Sorga Laksana menyatakan kesiapan jajarannya mendukung pelaksanaan OMC. "Kita diminta untuk fokus sesuai dengan wilayah kerja yang diberikan. Kita bekerja sama dengan BMKG pusat dan Otorita IKN untuk memantau pertumbuhan awan secara detail agar pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dapat berjalan efektif," jelasnya.
Kualitas Udara Dipantau, Dinkes Disiagakan
Untuk mengantisipasi dampak kesehatan, BPBD Kaltim berkoordinasi dengan dinas kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Langkah ini diambil untuk merespons potensi gangguan pernapasan akibat paparan asap yang menyebar.
Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita bersama Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat turut meninjau langsung proses penanganan karhutla di Kalimantan Timur. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai krusial untuk mencegah titik api berkembang meluas selama musim kemarau masih berlangsung.
Masyarakat diimbau menghentikan praktik pembakaran lahan untuk membuka area pertanian. Respons cepat dari seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama agar dampak kabut asap tidak meluas ke wilayah permukiman dan bandara.