SAMARINDA — Imbauan itu disampaikan Andi saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim, Rabu (14/10/2026). Ia menilai kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah berpotensi memperburuk kualitas udara.
Kondisi tersebut, kata Andi, perlu diwaspadai terutama oleh warga yang punya aktivitas tinggi di luar ruangan. Ia meminta masyarakat tidak menganggap enteng dampak paparan asap terhadap kesehatan.
Masker N95 Jadi Pilihan Utama saat Harus Keluar Rumah
Andi menekankan penggunaan masker N95 sebagai langkah paling sederhana bagi warga yang tidak bisa menghindari aktivitas di luar. "Kita mengimbau pertama bahwa aktivitas luar ruang, apabila memang memungkinkan, dikurangi. Tapi apabila tidak memungkinkan dan tetap harus dilaksanakan, maka jangan lupa menggunakan masker, masker N95," ujarnya.
Menurutnya, dampak karhutla tidak berhenti pada kerusakan lingkungan. Kesehatan warga juga terancam, sehingga penanganan kebakaran perlu dipercepat agar asap tidak makin meluas.
Pembuka Lahan Diminta Setop Aktivitas Pemicu Karhutla
DPRD Kaltim turut menyoroti aktivitas pembukaan lahan yang berpotensi memicu kebakaran baru. Andi meminta pihak-pihak terkait menghentikan praktik yang merugikan masyarakat banyak.
"Kami juga mengimbau para pembuka lahan sekiranya bisa menghentikan aktivitas yang merugikan masyarakat," katanya.
Ia berharap penanganan karhutla bisa tuntas lebih cepat. Dengan begitu, kabut asap tidak semakin pekat dan kualitas udara tidak jatuh ke level berbahaya.
PJJ Sudah Pernah Direkomendasikan saat Udara Masuk Kategori Bahaya
Soal pendidikan, Andi mengungkapkan DPRD Kaltim sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim. Koordinasi itu membahas kemungkinan penerapan pembelajaran jarak jauh saat kabut asap mengganggu aktivitas warga.
Koordinasi dilakukan menyusul kondisi kualitas udara yang sempat masuk kategori berbahaya. Saat itu, rekomendasi PJJ telah diterbitkan, meski sejumlah sekolah di beberapa wilayah masih menjalankan kegiatan belajar mengajar tatap muka.
"Waktu itu sempat ada beberapa hari rekomendasi untuk melakukan PJJ atau pembelajaran jarak jauh, pada saat kategori udaranya sudah masuk dalam kondisi bahaya," jelasnya.
Andi menegaskan keselamatan dan kesehatan peserta didik harus jadi perhatian utama ketika kualitas udara memburuk. Pelaksanaan pembelajaran pun perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan di masing-masing wilayah.
Rekomendasi PJJ Bisa Kembali Diterbitkan jika Asap Memburuk
DPRD Kaltim tidak menutup kemungkinan kembali berkomunikasi dengan Disdikbud Kaltim. Pembahasan itu akan dilakukan bila kabut asap makin pekat dan kualitas udara kembali mencapai tingkat berbahaya.
"Apabila nanti memburuk lagi, tidak menutup kemungkinan kita akan komunikasikan lagi untuk memberikan rekomendasi melakukan PJJ lagi," pungkasnya.
Hingga imbauan disampaikan, Andi belum memerinci wilayah mana saja yang terdampak paling parah. Warga diminta memantau perkembangan kualitas udara di daerah masing-masing dan menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi tersebut.