Pencarian

Samarinda Perpanjang Status Darurat Kekeringan 28 Hari, 309 Karhutla Tercatat Sejak Awal Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 • 11:46:32 WIB
Samarinda Perpanjang Status Darurat Kekeringan 28 Hari, 309 Karhutla Tercatat Sejak Awal Tahun
Petugas BPBD Samarinda memantau titik api di kawasan lahan kering yang masih rawan kebakaran.

SAMARINDA — Keputusan perpanjangan mengacu pada prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang belum menunjukkan potensi hujan dalam waktu dekat. Status administrasi disesuaikan agar penanganan kekeringan tetap berjalan dengan kewenangan darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Samarinda Suwarso menyebut usulan perpanjangan sudah disetujui. "Makanya ini secara administrasi sekaligus kita usulkan perpanjangan selama 28 hari dan sudah disetujui," ujarnya.

Bara di Bawah Tanah Jadi Hambatan Utama Pemadaman

Api yang tampak padam di permukaan belum tentu benar-benar mati. Pada lahan yang mengandung gambut dan batu bara, bara bisa bertahan di lapisan bawah tanah lalu memicu kebakaran baru.

Suwarso menjelaskan karakteristik tanah itu memengaruhi tingkat kebakaran. "Gambut memang tidak begitu tebal, tapi mempengaruhi tingkat kebakaran, saat tertiup angin menjadi luas," terangnya.

Cuaca panas dan rumput kering memperbesar risiko api meluas, terutama ketika angin bertiup kencang. Titik kebakaran pun dapat berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.

Kelurahan Pelita hingga Tanah Merah Masih Rawan Kebakaran Berulang

Kelurahan Pelita tercatat sebagai salah satu wilayah paling rawan kebakaran berulang. Titik api masih dilaporkan aktif di kawasan Tanah Merah, Belimau, dan Pelita 8.

Dari 309 kejadian sejak awal tahun hingga 22 Oktober 2026, luas lahan terbakar menembus 747,33 hektare. Angka itu menjadikan karhutla sebagai beban penanganan rutin bagi BPBD Samarinda.

Lima Kasus Diduga Sengaja, Diserahkan ke Polisi

BPBD menyoroti dugaan unsur kesengajaan dalam sejumlah kebakaran. Lima kasus telah diserahkan kepada kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

Penanganan hukum itu berjalan bersamaan dengan operasi pemadaman yang masih berlangsung di lapangan.

Asap dari Wilayah Sekitar Turunkan Kualitas Udara Samarinda

Asap yang menyelimuti Samarinda tidak hanya berasal dari titik api lokal. Sebagian terbawa angin dari wilayah sekitar, sehingga kualitas udara ikut memburuk.

"Karena asapnya terbawa angin ke Samarinda, akhirnya kualitas udara kita juga kurang menjadi sehat," pungkas Suwarso.

Status tanggap darurat berlaku hingga 16 November 2026. Jika hujan belum turun sampai batas itu, perpanjangan kembali kemungkinan besar diajukan mengikuti prakiraan BMKG.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infosatu.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks