Pencarian

DPRD PPU Minta Keterbukaan Informasi via Kode QR Tetap Ramah bagi Warga Lanjut Usia dan Gaptek

Kamis, 01 Oktober 2026 • 06:46:31 WIB
DPRD PPU Minta Keterbukaan Informasi via Kode QR Tetap Ramah bagi Warga Lanjut Usia dan Gaptek
Anggota Komisi I DPRD PPU Roman Rading mendukung perluasan keterbukaan informasi publik melalui kanal digital.

PENAJAM — Dukungan terhadap langkah Pemkab Penajam Paser Utara memperluas keterbukaan informasi publik melalui kanal digital disampaikan Anggota Komisi I DPRD PPU Roman Rading. Ia menilai pemanfaatan teknologi, termasuk kode QR untuk mengakses informasi publik, merupakan bagian dari perkembangan pelayanan pemerintahan. Meski begitu, kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat diminta tetap menjadi perhatian.

Roman menyoroti kemampuan warga dalam menggunakan teknologi yang tidak sama. Menurutnya, digitalisasi informasi perlu dibarengi metode penyampaian sederhana agar warga yang kurang memahami teknologi tetap memperoleh informasi.

Kode QR Dinilai Belum Tentu Mempermudah Semua Warga

Dalam wawancara, Roman mempertanyakan apakah kode QR benar-benar mempermudah masyarakat, terutama orang tua yang belum terbiasa dengan perangkat digital.

"Kita setuju saja dengan barcode keterbukaan informasi publik itu. Tapi dengan barcode seperti itu, mempermudah enggak masyarakat? Beberapa ada orang tua yang gaptek," ujarnya saat diwawancarai, Selasa (29/9/2026).

Ia menambahkan bahwa tidak semua warga memiliki tingkat pemahaman teknologi yang sama. Karena itu, ia berharap tidak ada tekanan bagi masyarakat untuk langsung menguasai sistem digital yang baru diterapkan.

"Tidak semua orang paham tentang IT. Jadi kita harap jangan sampai ada semacam tekanan harus ini, karena itu kan pelan-pelan. Kaitannya dengan IT, tidak semua orang bisa paham," katanya.

Usulan Panduan Bergambar untuk Warga yang Belum Melek Teknologi

Roman menyarankan Pemkab PPU menyediakan petunjuk yang mudah dipahami, termasuk menggunakan gambar atau panduan visual. Cara itu dinilai dapat membantu warga saat mengakses layanan informasi berbasis digital.

"Kita berikan dukungan, cuma permasalahannya ketika orang yang tidak memahami, tentu punya masalah. Di situlah kearifan dan kebijakan pemerintah bagaimana menyiasati," jelasnya.

Menurut Roman, pemerintah dan masyarakat sama-sama harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pola pelayanan informasi tidak dapat sepenuhnya bertumpu pada cara konvensional, sehingga transformasi digital tetap perlu berjalan secara bertahap.

DPRD Apresiasi Langkah Pemkab PPU Jemput Bola

Meski menyoroti persoalan akses, Roman mengapresiasi langkah Pemkab PPU yang mulai aktif membuka informasi kepada masyarakat. Ia menilai pemerintah memang perlu mengikuti perkembangan teknologi dalam memberikan pelayanan.

"Kita salut, kita jemput bola, kita setuju, kita berikan dukungan kepada mereka, karena memang sudah dunia yang sekarang begitu," lanjutnya.

Ia berharap keterbukaan informasi publik berbasis digital tidak sekadar memperluas akses, tetapi juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia dan tingkat pemahaman teknologi. Transformasi digital Pemkab PPU diharapkan tetap berjalan tanpa membuat warga yang belum terbiasa menggunakan teknologi kesulitan memperoleh informasi publik.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: editorialkaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks