SAMBALIUNG — Apel siaga dan patroli gabungan melibatkan TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), PT Berau Coal, serta sejumlah pemangku kepentingan di Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau. Sebelum turun ke lapangan, seluruh personel mengikuti pengarahan untuk memetakan wilayah rawan, menyamakan prosedur penanganan darurat, dan memperkuat koordinasi antarinstansi.
Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk memperluas jangkauan pemantauan dan mempercepat penyampaian informasi. Dengan begitu, potensi titik api bisa ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kebakaran luas.
Kapten Arm Rudi Cahyono: Karhutla Ancaman Nyata bagi Keselamatan Ekologis
Danramil 0902-05/Sambaliung, Kapten Arm Rudi Cahyono, menyebut ancaman karhutla membutuhkan respons cepat dan kerja sama solid dari seluruh pihak terkait.
"Karhutla adalah ancaman nyata terhadap keselamatan ekologis dan kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergi terpadu antara TNI, Polri, Damkar, dan dunia usaha seperti PT Berau Coal, kami memastikan bahwa posko dan personel di lapangan berada dalam tingkat kewaspadaan tertinggi," ujarnya.
Rudi menegaskan kolaborasi tersebut menjadi kunci untuk mendeteksi dan menangani setiap potensi titik api sebelum meluas. Posko dan personel di lapangan, menurut dia, berada dalam tingkat kewaspadaan tertinggi.
Patroli Terpadu Sisir Kawasan Rawan Titik Api
Usai apel dan pengarahan, tim gabungan langsung melaksanakan patroli terpadu. Sejumlah kawasan yang dinilai rawan kebakaran disisir untuk memantau kondisi lingkungan sekaligus mendeteksi dini aktivitas yang berpotensi memicu titik api.
Patroli tidak hanya mengandalkan kesiapsiagaan petugas. Warga diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama saat kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko kebakaran meluas.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kepulan asap atau titik api yang mencurigakan. Laporan cepat dari warga dinilai memperbesar peluang penanganan sebelum api membesar.
Peran Aktif Warga Jadi Kunci Pencegahan
Penguatan koordinasi antara TNI, Polri, Damkar, PT Berau Coal, pemerintah setempat, dan masyarakat diharapkan membuat upaya pencegahan karhutla di Kecamatan Sambaliung semakin optimal. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya melindungi keselamatan warga, menjaga kelestarian lingkungan, serta meminimalkan dampak kebakaran hutan dan lahan.
Bagi warga yang menemukan titik api atau kepulan asap, laporan bisa disampaikan langsung ke posko maupun petugas di lapangan agar tim gabungan bergerak cepat. Kesiapsiagaan personel dan partisipasi masyarakat menjadi dua sisi yang saling melengkapi dalam menekan risiko karhutla di Berau.