BONTANG — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kota Bontang mengusung tema "Patriotik Gigih dan Berempati Pemuda untuk Indonesia". Agus Haris berharap para pemuda dan pelajar di Kota Bontang tumbuh menjadi generasi yang memiliki semangat kebangsaan, ketangguhan menghadapi tantangan, serta kepekaan terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Tiga Nilai yang Harus Berjalan Beriringan
Menurut Agus Haris, patriotisme, kegigihan, dan empati merupakan nilai penting yang harus berjalan beriringan dalam membentuk karakter generasi muda. Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan makna, sedangkan kegigihan tanpa hati nurani berpotensi kehilangan arah.
"Generasi muda harus punya jiwa pantang menyerah dan rasa peduli terhadap sesama," ujar Agus Haris.
Ia menekankan bahwa empati harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dalam membantu sesama dan merespons berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat.
"Karena sifat patriotisme, kegigihan, dan empati tanpa kepedulian dan hati nurani akan kehilangan makna dan arahnya," tegasnya.
Den Arhanud hingga Pramuka Ikut dalam Barisan Upacara
Upacara peringatan tersebut turut diikuti berbagai unsur instansi pemerintah, aparat keamanan, organisasi kepemudaan, serta kalangan pendidikan. Peserta yang hadir antara lain Den Arhanud Rudal 002, Polres Bontang, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pemadam Kebakaran.
Barisan peserta juga diisi Aparatur Sipil Negara (ASN) Korpri, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Purna Paskibraka, mahasiswa, pelajar SMA/SMK, dan Pramuka.
Momentum Persatuan bagi Pemuda Bontang
Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Bontang menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan. Pemuda didorong berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa dengan menjunjung tinggi nilai patriotisme, kegigihan, dan kepedulian sosial.