Pencarian

Perumda Varia Niaga Samarinda Setop Aktivitas UMKM di Teras, Penataan RTH Jadi Alasan Utama

Rabu, 28 Oktober 2026 • 06:46:01 WIB
Perumda Varia Niaga Samarinda Setop Aktivitas UMKM di Teras, Penataan RTH Jadi Alasan Utama
Rapat dengar pendapat antara DPRD Samarinda, Perumda Varia Niaga, dan perwakilan pelaku UMKM membahas penghentian sementara aktivitas usaha di Teras Samarinda.

SAMARINDA — Perumda Varia Niaga Samarinda menghentikan sementara aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah di kawasan Teras Samarinda. Penataan ulang kawasan, terutama fungsi ruang terbuka hijau, disebut sebagai pertimbangan utama di balik kebijakan tersebut.

Keputusan itu dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Samarinda dan perwakilan pelaku UMKM di Kantor DPRD Samarinda, Selasa (27/10/2026). Forum tersebut mempertemukan pengelola kawasan dengan pedagang yang terdampak langsung.

Mengapa Ruang Terbuka Hijau Jadi Prioritas

Pelaksana Tugas Direktur Umum dan Keuangan Perumda Varia Niaga Lukman Nol Hakim menyatakan, penataan diarahkan agar fungsi RTH di Teras Samarinda bisa dimanfaatkan kembali oleh warga. Pihaknya juga mengaku menerima masukan dari berbagai pihak sebelum mengambil langkah itu.

"Lebih ke penataan ulang kembali di Teras agar nanti kegiatan ruang terbuka hijau itu bisa termanfaatkan kembali untuk masyarakat Samarinda. Dan yang kedua, kita juga menerima masukan," ujar Lukman seusai rapat.

Lukman menjelaskan, protes yang muncul dari sejumlah pihak menjadi bahan evaluasi bagi pengelola. Perumda Varia Niaga, katanya, tengah mencari solusi yang mampu mengakomodasi dua kepentingan sekaligus: estetika kawasan dan keberlangsungan usaha warga.

Pedagang Minta Event dan Lapak Kembali Dibuka

CEO sekaligus pemilik Juragan Entertainment Rodi Arianto, yang mewakili pelaku UMKM, meminta pemerintah segera memberi kepastian. Menurut Rodi, tuntutan pedagang tidak berlebihan karena aktivitas di Teras Samarinda terbukti menggerakkan ekonomi usaha kecil.

"Sebenarnya tuntutan kami tidak muluk-muluk, agar bisa bikin event dan UMKM lagi di Teras Samarinda karena dampaknya UMKM buka di Teras Samarinda itu ekonomi bagus untuk UMKM," kata Rodi.

Rodi menegaskan, bila tuntutan itu tidak dipenuhi, pihaknya akan menuntut ganti rugi atas biaya yang sudah dikeluarkan. Penyelenggara acara, ujarnya, telah menjalin kontrak dengan Perumda Varia Niaga untuk menggelar kegiatan di kawasan tersebut.

Kontrak Berjalan, Kepastian Belum Turun

Persoalan kontrak membuat posisi pedagang dan event organizer makin rumit. Biaya yang sudah dikeluarkan untuk menjalankan usaha dan kegiatan dinilai belum mendapat jaminan pengembalian selama kebijakan penghentian masih berlaku.

Perumda Varia Niaga menyatakan penataan kawasan dan pemberdayaan UMKM perlu berjalan beriringan. Lukman menyebut pihaknya masih membahas kemungkinan mengadakan kembali UMKM dengan memperhatikan posisi penataan agar ruang terbuka dan estetika Teras tidak terganggu.

"Ini lagi kita coba bicarakan. Bagaimana nanti ke depannya, apakah bisa kita adakan UMKM dan itu nanti juga melihat bagaimana posisi penataannya agar ruang terbuka dan estetika yang ada di Teras tidak terganggu," jelasnya.

Hingga rapat berakhir, belum ada keputusan final soal jadwal pembukaan kembali lapak maupun event di Teras Samarinda. Pelaku UMKM berharap pembahasan lanjutan antara Perumda Varia Niaga, DPRD Samarinda, dan perwakilan pedagang menghasilkan kepastian dalam waktu dekat.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: editorialkaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks