SAMARINDA — Belum genap sepekan beroperasi, sejumlah fasilitas di Teras Samarinda Tahap II sudah dilaporkan hilang. Kondisi itu memicu keprihatinan dari kalangan legislatif, yang menilai ruang publik yang baru dibangun seharusnya dirawat bersama, bukan justru dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan terkait hilangnya beberapa fasilitas di kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan Teras Samarinda ditujukan untuk kepentingan publik, sehingga masyarakat semestinya turut memiliki rasa memiliki atas setiap sudutnya.
Fasilitas yang Baru Dibuka Sudah Ada yang Hilang
Menurut Celni, hilangnya fasilitas hanya berselang beberapa saat setelah kawasan itu diresmikan merupakan sinyal buruk bagi keberlanjutan ruang publik di Samarinda. Ia menyayangkan tindakan tersebut dan meminta semua pihak untuk menghentikan kebiasaan merusak atau mengambil aset yang dibangun dengan uang negara.
“Kalau fasilitas ini dibangun untuk kepentingan bersama, tentu masyarakat juga perlu ikut menjaganya. Jangan sampai baru dibuka sudah ada fasilitas yang hilang,” kata Celni, Senin (31/8/2026).
Imbauan itu disampaikan langsung di tengah masih adanya sejumlah pekerjaan kecil yang belum rampung di lokasi. Meski demikian, Celni memastikan konstruksi utama pembangunan Teras Samarinda Tahap II telah selesai dan tidak menghalangi warga untuk beraktivitas di sana.
Perbaikan Finishing Jangan Ganggu Aktivitas Warga
Celni menjelaskan bahwa beberapa bagian kawasan masih membutuhkan penyempurnaan akhir atau finishing. Ia berharap proses perbaikan tersebut dapat berjalan tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung yang sudah mulai memanfaatkan Teras Samarinda untuk berbagai kegiatan.
“Perbaikannya diharapkan bisa berjalan tanpa mengurangi kenyamanan warga. Yang terpenting, setelah ini fasilitas yang ada jangan sampai kembali rusak atau hilang karena ulah pihak yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.
Tanggung Jawab Bersama Menjaga Ruang Publik
Lebih lanjut, Celni mengingatkan bahwa keberadaan ruang publik seperti Teras Samarinda bergantung pada kesadaran kolektif penggunanya. Ia meminta masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati fasilitas, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan sekitar.
Politisi itu juga berharap aparat terkait dapat melakukan pengawasan lebih intensif di kawasan tersebut, terutama pada jam-jam sepi. Pengawasan yang baik, menurutnya, akan meminimalkan peluang aksi pencurian atau vandalisme yang bisa merugikan pembayar pajak.