Pencarian

Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Lantai 5 Hotel Samarinda, Polisi Selidiki Unsur Kelalaian

Rabu, 14 Oktober 2026 • 16:51:01 WIB
Balita Tewas Terjatuh dari Balkon Lantai 5 Hotel Samarinda, Polisi Selidiki Unsur Kelalaian
Polisi melakukan olah TKP peristiwa balita terjatuh dari balkon lantai 5 Hotel Mesra Samarinda.

KALIMANTAN TIMUR — Seorang balita perempuan berinisial RK (3 tahun) tewas setelah terjatuh dari balkon kamar lantai 5 Hotel Mesra di Samarinda, Kalimantan Timur. Peristiwa terjadi Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 08.30 Wita, saat korban berada di kamar bersama adiknya sementara kedua orang tuanya sarapan di restoran hotel. Polisi masih mendalami apakah insiden murni kecelakaan atau ada unsur kelalaian.

Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi mengungkapkan bahwa pintu yang mengarah ke area balkon kamar nomor 5101 dalam kondisi tidak terkunci dan terbuka saat kejadian. Temuan itu menjadi salah satu fokus penyelidikan polisi yang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sejak pagi.

Korban ditemukan tergeletak di area parit halaman hotel. Ayah korban yang sedang berada di area sarapan langsung menuju lokasi setelah mendengar teriakan dari arah luar hotel.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan polisi, RK berada di dalam kamar bersama adiknya ketika kedua orang tuanya turun untuk sarapan di restoran hotel. Saat itulah korban diduga terjatuh dari balkon kamar yang berada di lantai 5.

"Benar, pada hari ini, Rabu tanggal 14 Oktober 2026, tepat tadi pagi jam 08.30 telah terjadi peristiwa anak di bawah umur jatuh dari salah satu hotel yang ada di Samarinda yang menyebabkan korban meninggal dunia," kata Asriadi kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).

Petugas Inafis Polresta Samarinda bersama PMI Kota Samarinda tiba di lokasi untuk melakukan penanganan. Sekitar pukul 09.30 Wita, olah TKP dimulai. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda pada pukul 10.18 Wita untuk pemeriksaan awal.

Pintu Balkon Tak Terkunci Jadi Sorotan

Polisi menemukan pintu balkon kamar dalam kondisi terbuka dan tidak terkunci. Meski begitu, Asriadi menyebut di area balkon sudah terdapat pagar pembatas serta imbauan yang melarang tamu berada di pinggir pagar, termasuk duduk di atasnya.

"Iya, untuk pintu (balkon) memang tidak terkunci, terbuka," jelasnya.

Hingga kini polisi belum menyimpulkan penyebab pasti korban terjatuh. Penyelidikan masih berjalan untuk memastikan apakah peristiwa tersebut murni kecelakaan atau terdapat unsur kelalaian maupun tindak pidana lainnya.

"Kita masih mendalami dari keterangan para saksi yang ada di TKP pada saat itu," tutur Asriadi.

Saksi yang Diperiksa dan Latar Keluarga

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk kedua orang tua korban, petugas keamanan hotel, dan karyawan hotel. Polisi juga memeriksa petugas keamanan terkait pihak yang pertama kali menemukan korban.

Berdasarkan informasi awal, keluarga korban merupakan warga domisili Samarinda. Mereka menginap di hotel tersebut dengan rencana merayakan ulang tahun korban.

"Mereka warga domisili Samarinda, info awal yang kita terima di sana sedang merayakan ulang tahun adiknya," ungkap Asriadi.

Polisi belum mendalami lebih jauh tujuan keluarga menginap karena penyelidikan saat ini difokuskan pada penyebab korban terjatuh.

"Kita masih fokus ke masalah sebab dia jatuhnya seperti apa, apakah ada unsur kelalaian atau pidana lainnya. Ini masih kita dalami," pungkasnya.

Kasus ini menjadi peringatan bagi traveler yang menginap bersama anak kecil. Fasilitas balkon hotel, terutama di lantai tinggi, perlu dipastikan terkunci rapat sebelum meninggalkan anak di kamar. Informasi terkini mengenai perkembangan kasus dapat dikonfirmasi ke Polresta Samarinda.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks