SAMARINDA — Pemeliharaan stasiun pemantau di Taman Segiri membuat DLH Samarinda bergantung pada peralatan milik Labkesda Kaltim untuk sementara waktu. Alat di Taman Segiri merupakan bantuan Kementerian Lingkungan Hidup, yang juga menangani perawatannya.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Samarinda, Tri Ayu Wulandari, memastikan pemantauan tidak berhenti. Data dari stasiun Labkesda menjadi dasar pembaruan informasi ISPU yang disampaikan ke masyarakat.
"Pemantauan kualitas udara tetap dilakukan dua kali sehari, yakni pukul 07.00 dan 16.00 Wita. Untuk sementara, data yang kami perbaharui dan sampaikan kepada masyarakat bersumber dari stasiun pemantauan milik Labkesda Provinsi," ujar Ayu, Rabu, 28 Oktober 2026.
Dua Alat Berbeda Parameter, Hasil Pembacaan Tidak Selalu Sama
Stasiun Labkesda di Jalan Ahmad Dahlan sama-sama bersifat menetap. Namun parameter pengukuran kedua alat tidak identik, sehingga angka yang dihasilkan bisa berbeda.
"Meski sama-sama bersifat menetap, kedua alat ini memiliki parameter pengukuran yang berbeda sehingga hasil pembacaannya tidak selalu sama," kata Ayu.
Selain Labkesda, DLH Samarinda juga mengacu pada data stasiun BMKG di wilayah Samarinda Utara. Data dari stasiun yang tersedia disebut bisa memberi indikasi awal bila terdeteksi peningkatan konsentrasi polutan tertentu.
Mengapa Satu Titik Pemantauan Dinilai Belum Cukup
Keterbatasan jumlah titik pemantauan masih jadi tantangan utama. Satu atau dua stasiun dinilai belum mampu menggambarkan kondisi udara Samarinda secara menyeluruh.
"Kalau ingin menggambarkan kondisi kualitas udara di seluruh Kota Samarinda, idealnya pemantauan dilakukan di beberapa titik agar hasilnya lebih mewakili kondisi setiap wilayah," jelas Ayu.
Penambahan stasiun bukan perkara sederhana. Pengadaan alat butuh anggaran besar, sementara biaya operasional dan pemeliharaan harus disiapkan berkelanjutan agar peralatan berfungsi optimal.
Usulan Pengadaan Sudah Diajukan, Menunggu Prioritas Anggaran
DLH Samarinda telah mengajukan usulan pengadaan alat untuk kebutuhan jangka panjang. Realisasinya masih harus menyesuaikan prioritas anggaran pemerintah.
"Meski demikian, usulan pengadaan alat untuk kebutuhan jangka panjang telah diajukan, tetapi realisasinya masih harus menyesuaikan dengan prioritas anggaran pemerintah," katanya.
Selama alat di Taman Segiri belum beroperasi penuh, warga Samarinda menerima informasi kualitas udara dari data Labkesda Kaltim dan stasiun BMKG Samarinda Utara. Cakupan pemantauan yang lebih luas diperlukan agar gambaran kondisi udara semakin akurat dan bisa jadi dasar pengambilan kebijakan lingkungan.