Pencarian

Rupiah Melemah 0,19% ke Rp18.020 per Dolar AS, Pasar Tunggu RDG BI

Senin, 19 Oktober 2026 • 11:50:01 WIB
Rupiah Melemah 0,19% ke Rp18.020 per Dolar AS, Pasar Tunggu RDG BI
Rupiah dibuka melemah 0,19% ke Rp18.020,2 per dolar AS pada Senin (19/10/2026).

KALIMANTAN TIMUR — Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis 0,19% ke Rp18.020,2 per dolar AS pada perdagangan Senin (19/10/2026), naik 34,6 poin dari penutupan sebelumnya Rp17.985,6. Posisi itu masih berada dekat batas atas rentang 52 minggu di Rp18.197,5, sementara batas bawahnya Rp16.554. Pelaku pasar kini menanti Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 20-21 Oktober 2026.

Data Investing.com mencatat USD/IDR dibuka di Rp18.000 dan bergerak dalam rentang harian Rp17.997,8 hingga Rp18.073 pada pukul 08.27 WIB. Sepanjang Oktober, grafik harian menunjukkan rupiah sempat menyentuh kisaran Rp17.500 pada pertengahan September sebelum kembali melemah. Dalam sebulan terakhir, dolar AS menguat 1,48% terhadap rupiah, dan 8,55% dalam setahun.

Indeks Dolar Turun, Tekanan Global Masih Membayangi

Indeks dolar AS (DXY) ditutup turun 0,17% ke 101,83 pada Jumat (16/10), level terendah dalam dua pekan. Ketua The Fed Kevin Warsh tidak memberi panduan kebijakan, sehingga peluang kenaikan suku bunga pada Oktober turun ke 13% dari 27% sehari sebelumnya. Pejabat Fed Bowman dan Daly menyatakan tidak terburu-buru menaikkan suku bunga.

Tekanan datang dari sisi lain. Harga minyak melonjak akibat ketegangan AS-Iran dan Rusia-Ukraina: WTI naik 3,51% ke US$101,41 per barel dan Brent naik 3,72% ke US$109,86 per barel. Kenaikan harga minyak menopang ekspektasi kebijakan Fed yang lebih hawkish, sehingga menjadi penahan penguatan rupiah.

Rupiah Jadi Mata Uang Terlemah di Asia pada Jumat

Pada Jumat (16/10), rupiah ditutup melemah 0,49% ke Rp18.025 dan menjadi mata uang terlemah di Asia hari itu. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pelemahan dipicu sikap risk off terkait potensi penurunan status Indonesia oleh MSCI.

Sentimen itu terlihat di pasar saham. IHSG anjlok 11,57% ke 5.185,10 dan investor asing mencatat jual bersih Rp3,3 triliun pada hari yang sama. Kombinasi tekanan eksternal dan arus keluar modal menjadi latar pelemahan rupiah menjelang rapat bank sentral.

RDG BI 20-21 Oktober Jadi Penentu Arah

Pasar menanti Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 20-21 Oktober 2026. Pada rapat September, BI menahan BI Rate di 5,75%. Citi menyarankan kenaikan suku bunga untuk mencegah arus keluar meluas ke pasar obligasi dan valas.

Untuk jangka pendek, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp18.000-Rp18.200. Bagi investor, pergerakan kurs ini relevan karena memengaruhi imbal hasil obligasi, biaya impor, dan daya tarik aset rupiah dibanding valas.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Bisnis

Pelemahan rupiah menambah tekanan biaya bagi importir dan emiten dengan utang dolar AS. Sebaliknya, eksportir berbasis komoditas berpeluang menikmati nilai tukar yang lebih kompetitif. Keputusan BI pekan ini akan menentukan apakah tekanan berlanjut atau mereda.

Nilai tukar rupiah bisa berubah sewaktu-waktu, dipengaruhi kebijakan suku bunga, data ekonomi, maupun sentimen pasar global. Pemantauan berkala membantu investor memahami kondisi pasar sebelum mengambil keputusan sesuai profil risiko masing-masing.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pintu.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks