Sebanyak 77 kepala keluarga korban kebakaran permukiman padat di Kelurahan Melayu, Tenggarong, Kutai Kartanegara, masih menerima penyaluran bantuan logistik tahap ketujuh. Bantuan mencakup makanan jadi, sayur, beras, telur, air minum, kompor, wajan, hingga dana tunai Rp300.000 per KK untuk pembelian tabung gas. Pemkab Kukar bersama instansi teknis memantau distribusi agar merata dan menyiapkan fasilitas hidran di kawasan rawan kebakaran.
TENGGARONG — Lurah Melayu Muhammad Hafiz menyatakan penyaluran bantuan logistik bagi korban kebakaran permukiman padat di wilayahnya kini memasuki alokasi tahap ketujuh. Musibah yang terjadi pada Senin (5/10) itu berdampak langsung pada 224 jiwa yang kehilangan tempat tinggal.
Para korban mencakup warga penghuni rumah sewaan maupun masyarakat lokal pemilik bangunan pribadi. Seluruh korban saat ini sudah tidak menempati posko pengungsian karena telah berpindah sementara ke kediaman keluarga dan kerabat mereka.
Jenis Bantuan yang Disalurkan Bertahap
Bantuan logistik pangan yang disalurkan berkala meliputi sajian makanan jadi olahan, sayur-mayur segar, beras, telur, serta pasokan air minum bersih. Pemerintah juga menyerahkan peralatan masak berupa kompor dan wajan penggorengan kepada masing-masing kepala keluarga.
"Kami juga telah menyerahkan bantuan peralatan masak berupa kompor dan wajan penggorengan kepada masing-masing kepala keluarga," tutur Hafiz.
Selain peralatan dapur, pemerintah menyalurkan dana tunai sebesar Rp300.000 per KK untuk pembelian tabung gas. Langkah itu ditempuh guna memicu percepatan pemulihan warga.
Dukungan kebutuhan dasar lain turut diserahkan, mulai dari perlengkapan mandi, peralatan ibadah, perlengkapan kebersihan wanita, hingga pakaian layak pakai dan pakaian dalam.
Posko Pengungsian Sementara Disiapkan di Dua Titik
Kelurahan Melayu sebenarnya telah menyiapkan posko pengungsian sementara di TK Muhammadiyah serta Komplek Masjid Muhammadiyah. Namun, seluruh korban memilih mengungsi ke rumah keluarga dan kerabat masing-masing.
"Kami dari kelurahan sebenarnya telah menyiapkan posko pengungsian sementara di TK Muhammadiyah serta Komplek Masjid Muhammadiyah," ujar Hafiz.
Bantuan logistik kemanusiaan terus berdatangan dari pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga kepedulian masyarakat umum.
Evaluasi Tata Ruang hingga Rencana Pemasangan Hidran
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bersama instansi teknis terkait terus memantau distribusi bantuan logistik agar tersalurkan secara merata dan tepat sasaran. Berdasarkan peninjauan langsung Bupati dan Wakil Gubernur Kaltim, Pemkab Kukar merealisasikan langkah evaluasi serta penataan ulang tata ruang kawasan permukiman padat penduduk.
"Pemerintah juga mematangkan langkah mitigasi bencana melalui rencana pemasangan fasilitas hidran pemadam di zona pemukiman rawan kebakaran," ucap Hafiz.
Pemasangan hidran menjadi bagian dari upaya jangka panjang mengurangi risiko kebakaran serupa di kawasan padat huni. Warga terdampak berharap pemulihan berjalan tuntas sebelum musim hujan datang.