Pencarian

Gandrung Sewu 2026 Digelar Malam Hari di Banyuwangi, 1.300 Penari Tampil dengan Busana Glow in the Dark

Senin, 26 Oktober 2026 • 06:46:01 WIB
Gandrung Sewu 2026 Digelar Malam Hari di Banyuwangi, 1.300 Penari Tampil dengan Busana Glow in the Dark
Sebanyak 1.300 penari tampil dalam Gandrung Sewu 2026 di panggung terbuka Banyuwangi dengan busana bercahaya.

BANYUWANGI — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama para seniman lokal menggelar Gandrung Sewu 2026 dengan format berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pertunjukan yang biasanya berlangsung siang hari kali ini dipindahkan ke malam hari, memanfaatkan elemen cahaya sebagai bagian utama panggung.

Perubahan jadwal itu bukan tanpa alasan. Tata cahaya modern dianggap memberi ruang ekspresi baru bagi tari tradisional tanpa mengubah pakem gerak yang sudah lama dipegang para penari.

Busana Bercahaya hingga Drone Show Meriahkan Panggung Terbuka

Sebanyak 1.300 penari terpilih tampil di atas panggung terbuka. Lampu khusus yang melekat pada busana mereka membentuk visual tersendiri di tengah gelapnya malam, berpadu dengan gerakan tari yang sudah melalui kurasi dan latihan intensif.

Penyelenggara melengkapi pertunjukan dengan drone show yang membentuk formasi artistik di langit, disusul pesta kembang api. Kombinasi ketiganya jadi daya tarik utama perhelatan tahun ini.

Antusiasme warga terlihat sejak sore. Area sekitar lokasi acara dipadati penonton yang ingin mendapat posisi terbaik sebelum pertunjukan dimulai.

Empat Daya Tarik Utama Gandrung Sewu 2026

  • Visual artistik dari perpaduan busana berteknologi cahaya dan tata panggung modern.
  • Keterlibatan 1.300 penari lokal hasil kurasi dan latihan intensif.
  • Atraksi drone interaktif serta kembang api sebagai penutup pertunjukan.
  • Perputaran ekonomi kreatif lokal lewat sektor pariwisata dan UMKM pendukung.

Hotel, Kuliner, dan Kerajinan Kebanjiran Pesanan

Dampak ekonomi ikut terasa di sekitar lokasi. Sektor perhotelan, kuliner, dan industri kerajinan tangan mencatat lonjakan pesanan seiring membludaknya kunjungan pelancong ke Banyuwangi.

Keterlibatan generasi muda dalam ajang ini disebut memperkuat kedekatan mereka dengan warisan budaya lokal. Tradisi seni tetap terjaga meski dikemas dengan pendekatan yang lebih modern.

Format malam hari menjadi pembeda dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Banyuwangi dinilai membuka jalan bagi daerah lain yang ingin mengelola potensi budaya lokal dengan pendekatan profesional.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: popnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks