SAMARINDA — Sebanyak 63.548 paket seragam sekolah disiapkan bagi siswa di 576 sekolah di bawah kewenangan Pemprov Kaltim. Rinciannya, 333 SMA/MA, 207 SMK, dan 36 SLB. Disdikbud Kaltim masih menuntaskan penyaluran ke sekolah-sekolah seiring realisasi fisik yang sudah menyentuh 90,20 persen.
Kasi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Disdikbud Kaltim, Priangga, menyatakan pengawasan dilakukan di setiap tahap. Pihaknya juga telah memetakan risiko dan menyiapkan strategi mitigasi.
"Dalam proses ini, kami memastikan semuanya berjalan dengan pengawasan. Kami juga sudah memetakan risiko dan menyiapkan strategi mitigasi agar pelaksanaan program berjalan baik," ujar Priangga dalam konferensi pers, dikutip dari laman Pemprov.
Pendataan Digital Dimulai Akhir Juni 2026
Kepala Subbagian Umum Disdikbud Kaltim, Suprapto, menjelaskan pendataan penerima pada 2026 dilakukan sepenuhnya melalui aplikasi. Sistem digital itu diharapkan meningkatkan validitas data, terutama bagi siswa kelas X yang baru masuk SMA/SMK.
Pendataan baru dimulai pada akhir Juni 2026, setelah hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ditetapkan. Langkah itu diambil agar penerima yang tercatat benar-benar telah diterima di satuan pendidikan.
"Dinamika penerimaan murid menjadi salah satu tantangan dalam pendataan. Ada murid yang awalnya diterima di sekolah negeri, kemudian berpindah ke sekolah swasta. Selain itu, masih ditemukan ketidaksesuaian input ukuran seragam," jelas Suprapto.
Evaluasi dari Pelaksanaan 2025
Pengalaman pelaksanaan program pada 2025 menjadi bahan evaluasi, khususnya soal pendataan, waktu produksi, dan mekanisme distribusi. Disdikbud Kaltim berupaya meminimalkan kendala lewat pembaruan data serta koordinasi dengan sekolah dan penyedia.
Suprapto menyebut seluruh pekerjaan program seragam sekolah pada 2025 dapat diselesaikan 100 persen sebelum masa kontrak berakhir. Pada 2026, distribusi masih berlangsung dan ditargetkan selesai sebelum kontrak penyedia berakhir pada 30 November 2026.
Isi Satu Paket dan Pagu Anggaran
Setiap paket Gratispol Seragam Sekolah mencakup sepatu, tas atau ransel, seragam, topi, dasi, ikat pinggang, dan kaus kaki. Paket dialokasikan dengan pagu Rp1 juta, dengan perkiraan nilai setiap item sekitar Rp250 ribu.
Dengan sasaran 63.548 paket, proses pengadaan dan distribusi menuntut ketepatan data agar setiap siswa menerima perlengkapan sesuai kebutuhannya. Kesalahan ukuran maupun perubahan status sekolah berpotensi memengaruhi kelancaran penyaluran.
Program Gratispol Seragam Sekolah merupakan bagian dari program pendidikan yang digagas Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji. Tujuannya membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah masyarakat.
Pemprov Kaltim berharap program itu meringankan kebutuhan perlengkapan pendidikan sekaligus mendukung akses pendidikan yang lebih merata di seluruh wilayah. Penyelesaian distribusi menjelang akhir November 2026 menjadi tahapan penting yang masih diawasi Disdikbud Kaltim.