BALIKPAPAN — Kejuaraan Pickleball Antar Pengurus se-Kalimantan Timur mempertemukan perwakilan dari tujuh daerah, yakni Balikpapan, Kutai Timur, Bontang, Kutai Kartanegara, Paser, Penajam Paser Utara, dan Berau. Berbeda dengan pertandingan individu, kompetisi kali ini memakai format beregu yang menuntut kekuatan sekaligus kekompakan tim.
Setiap tim harus menjalani lima pertandingan yang terdiri dari dua ganda putra, satu ganda putri, serta dua ganda campuran. Format tersebut membuat kedalaman skuad menjadi salah satu faktor penting untuk meraih kemenangan.
Format Beregu, Kedalaman Skuad Jadi Penentu
Ketua IPF Kota Balikpapan, H. Sofyan, S.E., M.Si., menyebut kejuaraan tersebut memang dirancang khusus untuk para pengurus IPF dari berbagai daerah di Kaltim.
"Ini pertandingan khusus untuk pengurus IPF se-Kaltim," ujar Sofyan.
Menurutnya, kejuaraan bukan semata-mata mengejar hasil pertandingan. Ajang tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para pengurus untuk merasakan atmosfer kompetisi secara langsung.
Selama ini, para pengurus lebih banyak menjalankan roda organisasi serta pembinaan pickleball di daerah masing-masing.
"Kejuaraan ini sekaligus menjadi panggung bagi para pengurus IPF untuk merasakan langsung atmosfer pertandingan. Selama ini mereka lebih banyak menjalankan roda organisasi dan pembinaan di daerah masing-masing," jelasnya.
Balikpapan Tuan Rumah, Momentum Uji Kekuatan Tim
Bagi Balikpapan, selain menjadi tuan rumah, kejuaraan tersebut menjadi momentum untuk menguji kekuatan tim sekaligus mempererat hubungan antar-pengurus IPF di Kaltim.
"Sejatinya kejuaraan ini sebagai ajang silaturahmi antar pengurus di Kaltim. Semoga berlangsung dengan sukses," pungkasnya.
Hasil akhir menempatkan Bontang di posisi teratas, disusul Balikpapan A sebagai runner-up, dan Paser di peringkat ketiga.