Pencarian

Kisah Lynn dan Paul, Gagal Keliling Dunia usai Jual Rumah demi Kapal Pesiar

Minggu, 01 November 2026 • 19:20:01 WIB
Kisah Lynn dan Paul, Gagal Keliling Dunia usai Jual Rumah demi Kapal Pesiar
Lynn dan Paul Montoya terpaksa meninggalkan kapal pesiar Villa Vie Odyssey di pelabuhan Kamboja setelah operasional dihentikan.

KALIMANTAN TIMUR — Lynn dan Paul Montoya dari Amerika Serikat harus meninggalkan kapal pesiar Villa Vie Odyssey di pelabuhan Kamboja setelah operasional dihentikan karena masalah keuangan. Pasangan itu telah menghabiskan 17 bulan di kapal dengan kabin seharga Rp 3,2 miliar plus iuran bulanan sekitar Rp 109 juta. Kini mereka khawatir uang tak kembali, tetapi tetap berencana melanjutkan perjalanan ke Malaysia dengan sisa anggaran.

Villa Vie Odyssey berhenti beroperasi setelah pengelolanya, Villa Vie Residences, mengumumkan penangguhan dan meminta sekitar 200 penumpang turun di sebuah pelabuhan di Kamboja. Para penumpang diminta mengosongkan kabin serta membawa barang-barang dan hewan peliharaan mereka.

Bagi Lynn dan Paul, kapal itu bukan sekadar paket liburan. Keduanya menjual rumah dan mobil demi membiayai kabin seharga Rp 3,2 miliar, lalu membayar iuran bulanan sekitar USD 6.000 (Rp 109 juta) untuk pelayaran keliling dunia.

Dari Rumah Terapung ke Pelabuhan Kamboja

Paul mengaku dirinya dan Lynn belum pernah bepergian ke luar Amerika Serikat sebelum naik ke kapal. "Kami menganggap ini sebagai kesempatan emas untuk melihat dunia," ujarnya, dikutip dari Reuters.

Selama 17 bulan, kapal itu menjadi tempat tinggal mereka. Penghentian operasional mendadak memaksa para penumpang mencari akomodasi baru di tengah perjalanan yang seharusnya masih panjang.

Uang Penumpang Diragukan Kembali

Paul menduga perusahaan sudah tidak punya cukup dana untuk membeli bahan bakar dan membayar gaji awak. "Mereka kehabisan uang, itulah alasan mengapa mereka tidak bisa membeli BBM. Mereka bahkan kesulitan membayar gaji kru di kapal, jadi kami benar-benar tidak berharap uang kami kembali," katanya.

Dalam pernyataan pada Selasa (27/10), manajemen Villa Vie Residences menyebut sedang berupaya melakukan restrukturisasi modal dan mencari pendanaan baru. Perusahaan tidak menjamin upaya tersebut berhasil.

Pemicu Masalah Keuangan

Menurut Paul, tanda-tanda kesulitan mulai terlihat ketika konflik dengan Iran memicu kenaikan harga bahan bakar. Pengelola bahkan sempat meminta penumpang meminjamkan uang untuk membeli BBM.

Situasi memburuk saat kapal tiba di Kamboja. Akses internet terputus, sementara kualitas makanan disebut terus menurun selama tiga bulan terakhir.

Rencana Setelah Turun dari Kapal

Meski kehilangan banyak uang, Lynn dan Paul berencana melanjutkan perjalanan ke Malaysia dengan sisa anggaran bulanan mereka. Lynn mengaku lebih sedih kehilangan kebersamaan dan komunitas yang terbentuk di kapal daripada uang yang telah dikeluarkan.

Kisah pasangan ini menjadi pengingat bagi traveler yang mempertimbangkan paket tinggal jangka panjang di kapal pesiar: periksa rekam jejak keuangan operator, status kepemilikan kapal, dan skema perlindungan dana sebelum membayar.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks