KALIMANTAN TIMUR — Karim Rossi menegaskan sepak bola Asia bukan versi ringan dari Eropa. Mantan pemain Dewa United dan Persis Solo itu menilai struktur taktik, koordinasi pressing, dan karakter permainan yang lebih terbuka membuat sepak bola Asia punya tuntutan berbeda, bukan lebih sederhana.
Pengalaman berkarier di sejumlah negara memberi Karim Rossi sudut pandang tersendiri soal peta sepak bola dunia. Ia menilai perbandingan antara sepak bola Indonesia, Asia, dan Eropa tidak bisa disederhanakan menjadi soal level semata, karena masing-masing punya tuntutan teknis dan fisik yang berbeda.
Struktur Taktik dan Pressing Jadi Pembeda Utama
Menurut Rossi, sepak bola Asia menuntut pemain asing beradaptasi dengan struktur taktik yang khas. Koordinasi pressing menjadi salah satu aspek yang ia soroti, karena cara tim di Asia menjalankan tekanan kolektif berbeda dari pola yang lazim di Eropa.
Karakter permainan yang lebih terbuka juga disebutnya sebagai faktor yang mengubah cara seorang pemain membaca pertandingan. Ruang yang tersedia lebih besar, tetapi keputusan harus diambil lebih cepat karena tempo transisi ikut menentukan.
Cuaca Panas dan Kelembapan Tinggi di Indonesia
Faktor iklim masuk dalam hitungan Rossi. Cuaca panas dan kelembapan tinggi di Indonesia disebutnya sebagai tantangan tersendiri bagi pemain asing, terutama dalam menjaga intensitas sepanjang pertandingan.
Kondisi itu memaksa pemain mengatur energi dengan lebih cermat. Bagi Rossi, adaptasi fisik di Indonesia tidak bisa disamakan dengan pengalaman bermain di negara beriklim sedang.
Liga Indonesia Dinilai Semakin Mendekati Level Top Asia
Rossi melihat sepak bola Indonesia terus berkembang. Ia menilai kompetisi domestik semakin mendekati level liga-liga top Asia seperti Jepang, Korea Selatan, dan China.
Penilaian itu lahir dari pengalamannya langsung merasakan kompetisi di Indonesia bersama Dewa United dan Persis Solo. Perkembangan tersebut, menurutnya, membuat liga lokal semakin kompetitif bagi pemain asing maupun lokal.
Alasan Bertahan di Azerbaijan Usai 13 Gol
Keputusan Rossi melanjutkan karier di Azerbaijan tidak lepas dari catatan musim sebelumnya. Bersama Shamakhi, ia mencetak 13 gol dan satu assist, capaian yang membuatnya betah di sana.
Angka tersebut menjadi dasar keputusannya bertahan, sekaligus menegaskan bahwa pengalamannya di Asia tidak mengurangi produktivitasnya sebagai penyerang.
Obrolan Lengkap di Podcast Bola Break
Pandangan Rossi soal perbedaan sepak bola Indonesia, Asia, dan Eropa dibahas lebih jauh dalam podcast Bola Break bersama Hery Kurniawan di Bola.com. Pembahasan mencakup pengalaman kariernya di berbagai negara hingga penilaiannya atas perkembangan kompetisi Indonesia.