Pencarian

Pemkot Samarinda Sambungkan Data Pencari Kerja dengan Kebutuhan Industri Lewat Samarinda Work Connect

Rabu, 21 Oktober 2026 • 09:16:31 WIB
Pemkot Samarinda Sambungkan Data Pencari Kerja dengan Kebutuhan Industri Lewat Samarinda Work Connect
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri membuka Focus Group Discussion Samarinda Work Connect bersama perwakilan perusahaan dan pemangku kepentingan ketenagakerjaan.

SAMARINDA — Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri membuka langsung Focus Group Discussion Samarinda Work Connect di hadapan perwakilan perusahaan dan pemangku kepentingan ketenagakerjaan. Forum itu menjadi ruang koordinasi antara pemerintah kota dan dunia usaha untuk memperluas akses informasi lowongan sekaligus memperbaiki efektivitas penempatan tenaga kerja di Kota Tepian.

Dalam sambutannya, Saefuddin menegaskan bahwa proses rekrutmen perlu ditopang data yang akurat dan terintegrasi. Informasi soal kompetensi pencari kerja dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan harus jadi pijakan sebelum pelamar dipertemukan dengan posisi yang tersedia.

"Penempatan tenaga kerja harus berbasis data. Kita perlu mengetahui kompetensi pencari kerja dan kebutuhan perusahaan agar proses rekrutmen lebih tepat sasaran," ujar Saefuddin dalam forum tersebut.

Kesesuaian Kompetensi Jadi Kunci Dua Arah

Saefuddin menjelaskan, kesesuaian kompetensi dan kualifikasi menentukan apakah proses rekrutmen memberi manfaat bagi kedua pihak. Perusahaan memperoleh tenaga kerja sesuai kebutuhan, sementara pencari kerja punya peluang lebih besar mendapat pekerjaan yang sejalan dengan kemampuan dan keterampilannya.

Karena itu, koordinasi pemerintah dan dunia usaha dinilai perlu diperkuat. Informasi kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan diharapkan menjadi acuan penyusunan program ketenagakerjaan Pemkot Samarinda, bukan sekadar daftar lowongan yang tersebar tanpa arah.

Pelatihan Kerja Diminta Tak Berhenti di Sertifikat

Selain soal data, Saefuddin menyoroti pentingnya memastikan program pelatihan kerja berujung pada penyerapan tenaga kerja. Keberhasilan pelatihan menurutnya tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau sertifikat yang diterbitkan.

Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana keterampilan peserta pelatihan benar-benar terpakai untuk memasuki dunia kerja.

"Pelatihan kerja jangan hanya berhenti pada pemberian sertifikat. Yang lebih penting adalah bagaimana peserta pelatihan bisa terserap di dunia kerja dan mendapatkan kesempatan untuk bekerja sesuai kompetensinya," kata Saefuddin.

Sinergi Pelatihan, Kebutuhan Industri, dan Informasi Lowongan

Lewat Samarinda Work Connect, Pemkot Samarinda berharap terbangun sinergi lebih kuat antara pemerintah dan perusahaan. Tiga hal yang ingin diselaraskan: isi pelatihan, kebutuhan riil industri, dan informasi lowongan kerja yang sampai ke warga.

Saefuddin menekankan kolaborasi itu perlu diarahkan pada penciptaan proses penempatan tenaga kerja yang lebih efektif dan terukur. Bukan sekadar forum seremonial, melainkan jalur yang memperpendek jarak antara pencari kerja dan perusahaan.

Dengan dukungan data terintegrasi serta peningkatan kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar, upaya memperluas kesempatan kerja dan mengurangi kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja dan kebutuhan perusahaan di Samarinda diharapkan berjalan lebih optimal.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: insitekaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks