Pencarian

Marcos Santos Sebut Transisi Jadi Biang Kekalahan Arema FC di Bogor

Minggu, 18 Oktober 2026 • 19:20:01 WIB
Marcos Santos Sebut Transisi Jadi Biang Kekalahan Arema FC di Bogor
Pelatih Arema FC Marcos Santos menyampaikan evaluasi usai kekalahan 1-3 dari Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Bogor.

KALIMANTAN TIMUR — Arema FC menelan kekalahan perdana di BRI Super League 2026/2027 setelah takluk 1-3 dari Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Bogor. Pelatih Marcos Santos menyalahkan lemahnya antisipasi transisi dan serangan balik lawan sebagai penyebab utama runtuhnya lini belakang Singo Edan.

Gol cepat Matheus Blade pada menit ke-5 sempat memberi harapan bagi ratusan Aremania yang menempuh perjalanan jauh dari Malang. Keunggulan itu tak bertahan lama setelah Garudayaksa membalikkan keadaan lewat skema serangan balik yang berulang kali membongkar koordinasi pertahanan Arema.

Gol Cepat Matheus Blade Tak Mampu Diselamatkan

Marcos menilai anak asuhnya sebenarnya menguasai jalannya pertandingan di fase awal. Sundulan Matheus Blade membuka keunggulan, dan Arema sempat memiliki peluang menambah gol sebelum lawan menyamakan kedudukan.

Kesalahan dalam mengantisipasi bola menjadi titik balik laga. Garudayaksa memanfaatkan celah itu untuk menyamakan skor, sebelum Jayro Jean mencetak gol kedua lewat sepakan melengkung yang disebut Marcos sebagai momen krusial.

Perubahan Strategi Babak Kedua Justru Bumerang

Upaya Marcos menaikkan intensitas serangan di babak kedua tidak berjalan sesuai rencana. Pertahanan Arema justru terbuka lebar dan gol ketiga Garudayaksa memastikan hasil akhir 1-3.

"Pada babak kedua kami berusaha memperbaiki keadaan dan meningkatkan intensitas permainan. Namun, pertahanan kami menjadi terlalu terbuka sehingga gol ketiga lawan seolah menyelesaikan pertandingan ini," ujar Marcos dalam konferensi pers usai laga.

Pelatih berlisensi Pro Conmebol itu juga memberi pujian khusus untuk penyerang lawan, Jayro Jean, yang dinilai memiliki kualitas individu di atas rata-rata.

Permohonan Maaf untuk Aremania yang Datang Langsung

Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan karena ratusan pendukung setia hadir langsung di Stadion Pakansari. Marcos mengaku tersentuh melihat spanduk, nyanyian, dan semangat pantang menyerah Aremania sepanjang 90 menit.

"Kami sangat sedih karena ada begitu banyak Aremania yang hadir. Mereka datang ke sini, bernyanyi, dan sangat indah melihat mereka mendukung kami, tetapi sayangnya kami belum bisa menang," tuturnya dengan raut lesu.

Meski begitu, Marcos menegaskan kompetisi musim ini baru saja dimulai. Fokus tim kini beralih ke persiapan pertandingan berikutnya dengan target mengembalikan tiga poin.

Robi Darwis Akui Malu meski Hanya Main 15 Menit

Bek serbabisa Robi Darwis turun sebagai pengganti di pertengahan babak kedua. Meski hanya merumput sekitar 10 hingga 15 menit, ia menolak menjadikan durasi bermain minim sebagai alasan.

"Sebagai pemain, ketika diberi kepercayaan—berapa pun menitnya—saya pasti melakukan yang terbaik dan memberikan 100 persen untuk tim, apalagi ini Arema," kata Robi.

Pemain bernomor punggung 24 itu mengaku kecewa dan malu karena belum mampu mempersembahkan hasil terbaik. Seluruh pilar Singo Edan berkomitmen melakukan introspeksi menyeluruh sebelum laga pekan berikutnya.

"Kami tidak ingin sekadar mengumbar janji. Kami akan berintrospeksi diri mengenai kekurangan yang ada. Target untuk pertandingan berikutnya tentu saja meraih tiga poin," tegas Robi.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: malang-post.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks