Pencarian

Literasi Hukum bagi Bidan Dinilai Kunci Cegah Tuntutan Pidana dan Gugatan Perdata di Samarinda

Selasa, 04 Agustus 2026 • 13:12:31 WIB
Literasi Hukum bagi Bidan Dinilai Kunci Cegah Tuntutan Pidana dan Gugatan Perdata di Samarinda
Wali Kota Samarinda Andi Harun menekankan pentingnya mitigasi risiko hukum bagi bidan dalam seminar nasional di Samarinda.

SAMARINDA — Andi Harun menegaskan profesi bidan berada dalam lapisan regulasi yang kompleks karena praktiknya bersinggungan langsung dengan keselamatan pasien. Mitigasi risiko hukum sejak dini dinilai menjadi bekal agar tenaga kesehatan dapat bekerja secara aman dan profesional tanpa dibayangi persoalan hukum.

"Praktik kebidanan berada dalam beberapa lapisan hukum yang harus dimitigasi sejak dini dan dipahami, agar tidak sampai terjebak dalam persoalan hukum," ujarnya di hadapan para bidan yang hadir dalam seminar tersebut.

SOP Bukan Sekadar Dokumen Administratif

Menurut Andi, langkah paling mendasar untuk menghindari risiko hukum adalah memastikan seluruh tindakan pelayanan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Ia menekankan SOP memiliki fungsi krusial sebagai panduan teknis di lapangan.

"SOP bukan sekadar dokumen administratif. Di dalamnya terdapat standar yang menjadi panduan agar setiap tindakan dilakukan secara profesional, terukur, dan bertanggung jawab," kata Andi Harun.

Regulasi UU Kesehatan Wajib Dikuasai Bidan

Wali Kota Samarinda itu mendorong para bidan untuk memperkuat pemahaman terhadap regulasi, termasuk ketentuan dalam Undang-Undang Kesehatan. Pemahaman ini harus diterapkan secara konsisten dalam pelayanan sehari-hari, bukan hanya dipelajari saat menghadapi masalah.

Ia juga menyoroti pentingnya integritas dengan menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. Pemahaman hukum, lanjutnya, bukan untuk menimbulkan rasa takut, melainkan menjadi modal agar bidan bekerja dengan tenang dan profesional.

"Yang paling penting adalah memenuhi semua SOP pelayanan dan menjaga integritas dengan memberikan pelayanan kebidanan yang terbaik," tegasnya.

Menjaga Kepercayaan Publik di Tengah Tuntutan Profesi

Andi menambahkan profesi bidan mengemban kepercayaan besar dari masyarakat. Profesionalisme, kepatuhan terhadap SOP, penguasaan regulasi, dan integritas menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam memberikan pelayanan sekaligus menjaga kepercayaan publik.

Seminar nasional ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-75 IBI dan IDM 2026 yang mengangkat isu penguatan kapasitas hukum bagi tenaga kebidanan di tengah meningkatnya kompleksitas layanan kesehatan masyarakat.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks