KALIMANTAN TIMUR — ADVAN Air Neo hadir sebagai laptop ultra tipis dengan bobot di bawah 1 kilogram dan ketebalan 1,29 cm, dibanderol mulai Rp 11 jutaan. Laptop ini mengusung prosesor Intel Core 5 320 generasi Wildcat Lake dengan litografi Intel 18A. ADVAN menyasar pelajar, mahasiswa, dan pekerja pemula yang butuh perangkat ringan untuk mobilitas tinggi.
Bodi ADVAN Air Neo seluruhnya terbuat dari aluminium, memberi kesan premium sekaligus kokoh meski ketebalannya hanya 1,29 cm. Bobot di bawah 1 kilogram membuat laptop ini nyaman dibawa berpindah-pindah tanpa membebani tas.
ADVAN menargetkan Air Neo untuk pelajar, mahasiswa, dan first jobber yang baru memulai karier. Kombinasi bobot ringan dan prosesor terbaru dianggap cukup untuk kebutuhan kerja harian seperti mengetik, browsing, dan video conference.
Spesifikasi Utama ADVAN Air Neo
Dapur pacu laptop ini adalah Intel Core 5 320 yang diproduksi dengan litografi Intel 18A. Prosesor tersebut memiliki 6 core dan 6 thread, terdiri dari 2 Performance Cores dan 4 Low Power Efficient Cores, dengan base power 15 Watt.
Frekuensi turbo maksimalnya mencapai 4,6 GHz, ditemani cache 6 MB Intel Smart Cache. Untuk akselerasi AI, ada NPU Intel AI Boost berperforma hingga 16 TOPS.
Jika digabung dengan CPU dan grafis terintegrasi, total performa AI mencapai 38 TOPS. Ini membuka peluang untuk fitur berbasis AI lokal tanpa harus bergantung ke cloud.
Grafis dan Memori
Sektor grafis ditangani Intel Graphics dengan 2 Xe-Cores. Meski namanya generik, IGP ini memakai arsitektur terbaru seperti pada Intel Arc B390 di prosesor Intel Core Ultra Series 3.
IGP tersebut sudah mendukung Intel XeSS 3, termasuk Multi Frame Generation yang membuat game berjalan lebih lancar. Untuk RAM, tersedia 8 GB LPDDR5-5600 on board single channel.
Karena menempel di motherboard, kapasitas memori tidak bisa di-upgrade. Kontroler memori prosesor ini memang hanya mendukung konfigurasi single channel atau 64-bit, tetapi LPDDR5 dianggap cukup kencang untuk kebutuhan sehari-hari.
Penyimpanan dan Konektivitas
Penyimpanan disediakan lewat SSD M.2 NVMe PCIe Gen 4 berkapasitas 256 GB. Berbeda dari RAM, SSD ini masih bisa diganti karena tidak menyatu dengan motherboard.
Sayangnya hanya ada satu slot SSD M.2, jadi upgrade berarti mengganti drive yang sudah terpasang. Untuk konektivitas wireless, ADVAN membekali Air Neo dengan Intel Wi-Fi AX211 yang mendukung Wi-Fi 6E dan Bluetooth v5.4.
Baterai dan Sistem Operasi
Kapasitas baterai berada di angka 50 Wh, cukup untuk pemakaian mobile seharian tergantung beban kerja. Laptop ini menjalankan Windows 11 Home 25H2 langsung dari pabrik.
Kombinasi tersebut menempatkan Air Neo sebagai pilihan di segmen laptop ringan entry-level yang menekankan portabilitas ketimbang performa ekstrem.
Posisi di Pasar Laptop Ringan Indonesia
Harga Rp 11 jutaan menempatkan ADVAN Air Neo bersaing dengan laptop ultrabook entry-level dari merek global. Bobot di bawah 1 kilogram menjadi nilai jual utama yang jarang ditemui di rentang harga tersebut.
Bagi pelaku bisnis digital dan investor, langkah ADVAN memperkuat tren produsen lokal merambah kategori laptop premium ringan. Segmen ini sebelumnya didominasi merek internasional dengan harga lebih tinggi.
Ketersediaan resmi dan jadwal rollout ADVAN Air Neo di pasar Indonesia belum diumumkan secara rinci.