BALIKPAPAN — Kepolisian Daerah Kalimantan Timur memastikan tiga satuannya masuk lima besar Kompolnas Awards 2026. Selain Polda Kaltim di kategori Polda, dua satuan kewilayahan ikut menembus nominasi yang sama, yakni Polresta Balikpapan pada kategori Polres Kelompok C dan Polres Kutai Barat pada kategori Polres Kelompok A.
Komisi Kepolisian Nasional mengumumkan capaian itu setelah proses seleksi berlapis. Penilaian melibatkan akademisi, tokoh masyarakat, unsur media, hingga dewan pakar independen.
Bersaing dengan Empat Polda Lain di Kategori Utama
Di kategori Polda, Polda Kaltim harus bersaing ketat dengan empat polda lain. Mereka adalah Polda Lampung, Polda Kepulauan Riau, Polda Sumatera Selatan, dan Polda Kalimantan Tengah.
Kompolnas Awards 2026 memakai pendekatan komprehensif 5P. Pendekatan itu mencakup People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership. Penilaian memotret kinerja kepolisian dari aspek kemanfaatan sosial, kemitraan strategis, sampai pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang berkelanjutan.
Kabid Humas: Nominasi Bukan Tujuan Akhir
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltim, Kombes Pol. Tedy Sopandi, menyebut nominasi ini sebagai umpan balik eksternal terhadap kinerja yang sudah dijalankan. Menurut dia, ukuran keberhasilan kepolisian bukan semata penghargaan yang diterima.
"Bagi kami, nominasi ini bukanlah tujuan akhir. Ini merupakan apresiasi sekaligus umpan balik (feedback) eksternal terhadap kinerja yang telah dilaksanakan. Ukuran keberhasilan kepolisian pada akhirnya bukan semata-mata penghargaan yang diterima, melainkan sejauh mana masyarakat merasakan kehadiran Polri melalui pelayanan yang cepat, transparan, profesional, responsif, dan berkeadilan," ujar Kombes Pol. Tedy Sopandi kepada RRI pada Sabtu, 19 September 2026.
Dia menilai pelayanan yang cepat, transparan, profesional, responsif, dan berkeadilan jadi tolok ukur yang sesungguhnya. Bukan trofi seremonial.
Sinergi dengan Pemda, TNI, dan Tokoh Agama
Keberhasilan Polresta Balikpapan dan Polres Kutai Barat disebut sebagai buah sinergi antara personel di lapangan dan sejumlah pihak. Pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, serta peran aktif masyarakat setempat ikut menentukan hasilnya.
Polda Kaltim juga menindaklanjuti arahan Kapolri soal penanganan aduan warga. Setiap kritik dan aduan dijadikan instrumen deteksi dini atau early warning system untuk pembenahan berkelanjutan di seluruh satuan kerja.
Imbauan agar Tidak Lekas Berpuas Diri
Menutup keterangannya, Kombes Pol. Tedy mengimbau seluruh jajaran tidak lekas berpuas diri. Capaian ini, katanya, harus jadi pemacu integritas dan mutu pelayanan menuju Polri yang semakin presisi dan humanis.