JAKARTA — Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., hadir dalam syukuran Hari Jadi ke-75 Humas Polri Tahun 2026 di Aula Awaloedin Djamin, Lantai 9 Gedung Bareskrim Polri, Jakarta. Acara berlangsung Selasa (3/11/2026) dengan tema "75 Tahun Humas Polri: Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri".
Tema itu menegaskan dedikasi jajaran kehumasan Polri dalam memperkokoh hubungan bersama seluruh elemen masyarakat. Penguatan komunikasi publik dilakukan melalui penyampaian informasi yang transparan, akurat, teruji, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dari Penyampai Kabar Menjadi Elemen Strategis
Syukuran menjadi momentum refleksi perjalanan 75 tahun pengabdian Humas Polri di ranah komunikasi publik. Fungsi kehumasan kini bertransformasi dari sekadar penyampai kabar berita menjadi elemen strategis dalam pengelolaan informasi.
Transformasi itu mencakup edukasi publik, penangkalan disinformasi, hingga pendokumentasian capaian kinerja Polri. Peran humas bergeser menjadi pilar vital dalam mendukung tata kelola organisasi kepolisian yang modern.
Humas Polri bertindak sebagai jembatan dialog interaktif dua arah antara institusi dan warga. Lewat jalur itu, aspirasi publik diharapkan terakomodasi dengan baik.
Polda Kaltim Fokus Informasi Humanis untuk Warga
Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi menegaskan bahwa Polda Kalimantan Timur siap memperkuat penyampaian informasi yang humanis dan tepercaya bagi warga Kaltim. Sejalan dengan semangat "Polisi Bersama Masyarakat", Humas Polda Kaltim berkomitmen menyajikan berita yang mendidik dan transparan.
Komitmen tersebut juga diarahkan untuk menjaga nama baik Polri di mata publik. Penyampaian informasi dinilai menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di daerah.
Motivasi untuk Personel Humas hingga Tingkat Polres
Peringatan 75 tahun ini diharapkan melecut motivasi seluruh personel kehumasan di tingkat Polda hingga Polres. Personel didorong terus mengasah profesionalisme dan meningkatkan kualitas konten publikasi.
Nilai keterbukaan informasi publik menjadi salah satu hal yang dikedepankan. Dengan begitu, fungsi kehumasan di daerah tidak berhenti sebagai corong institusi, tetapi juga ruang dialog dengan masyarakat.