SAMARINDA — Capaian Kontingen KORPRI Kalimantan Timur pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Tingkat Nasional 2026 menjadi catatan baru bagi daerah. Setelah dua tahun lalu belum masuk jajaran teratas, kini Kaltim mengunci posisi kelima nasional dengan total 14 medali dan penghargaan.
Prestasi tersebut diumumkan dalam penutupan MTQ VIII KORPRI di Pangkep pada Sabtu (29/8/2026) malam. Posisi Kaltim tertinggal di bawah Jawa Timur yang menempati peringkat keempat, sementara tiga besar nasional diisi Sumatera Barat dengan 160 poin, Sulawesi Selatan 125 poin, dan DKI Jakarta 103 poin.
Ketua Bidang Kerohanian dan Seni Budaya Dewan Pengurus KORPRI Kaltim, Arief Murdiyatno, menyampaikan rasa bangganya atas kerja keras para peserta. Ia menekankan hasil ini lahir dari persiapan matang dan semangat seluruh kafilah selama mengikuti perlombaan.
Raihan Kaltim: 14 Medali dan Lima Gelar Juara I
Dari 38 peserta putra dan putri yang dikirim ke Sulawesi Selatan, Kaltim berhasil membawa pulang lima gelar Juara I. Para pemenang tersebut adalah Muhammad Abdan pada cabang Tartil, Pajriatinur dan Nur Aisyah Ulfah pada cabang Haflah, Yuliansyah pada cabang Khutbah Jumat, Syaiful pada cabang Doa, serta Nanang Faisol Hadi pada Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
Selain itu, kontingen Kaltim juga meraih empat gelar Juara II melalui Siti Hidayati (Tilawah), M. Miftahul Ihsan dan Ibnu Sina (Haflah), Emy Rachmawati (Doa), serta Akhmad Aditya Rahmad (Cipta dan Baca Puisi). Sejumlah peserta lainnya mendapatkan gelar juara harapan pada cabang Tartil, Hadis, Dakwah, Khat Lukis Kontemporer, dan KTIQ.
Adapun posisi ini meningkat dibandingkan pencapaian Kaltim pada MTQ VII KORPRI 2024 di Palangka Raya yang belum berhasil menembus lima besar nasional.
Harapan Arief: Pembinaan Lanjutan untuk ASN
Arief mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung perjuangan KORPRI Kaltim, mulai dari pelatih, pendamping, hingga panitia pendukung. Ia berharap momentum ini mendorong pembinaan seni baca, hafalan, dan pemahaman Al-Qur’an secara berkelanjutan di lingkungan birokrasi.
"Ini menjadi momentum membanggakan bagi Kafilah KORPRI Kaltim yang berhasil menorehkan prestasi pada ajang nasional ini," kata Arief di Samarinda, Senin.
Menteri Agama: MTQ Jangan Berhenti di Ajak Perlombaan
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa MTQ KORPRI tidak boleh berhenti sekadar menjadi ajang kompetisi. Ia menegaskan kegiatan tersebut harus mendorong ASN menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan publik.
"Musabaqah ini boleh berakhir malam ini, tetapi tugas kita bersama untuk membumikan Al-Qur’an justru harus semakin kuat," tegas Nasaruddin.
Menurutnya, keberhasilan MTQ tidak hanya terlihat dari piala, medali, atau peringkat. Keberhasilan yang lebih penting terlihat dari kemampuan ASN menerapkan nilai Al-Qur’an dalam berpikir, bersikap, mengambil keputusan, dan melayani masyarakat. MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 sendiri melibatkan 1.173 peserta dari 38 provinsi serta 79 kementerian dan lembaga. (*)