TANA PASER — Ketua IPF Paser Muhammad Taufik menyatakan antusiasme pendaftar melampaui perkiraan panitia. Sejumlah pelatih dari Kalimantan Selatan telah menyatakan minat mengikuti pelatihan tersebut.
"Coaching Clinic Pelatih Pickleball ini perdana dilaksanakan di Kaltim. Antusias dari berbagai daerah sangat tinggi," kata Taufik, Senin (21/9/2026).
Dua Pemateri Berpengalaman DiHadirkan
IPF Paser mendatangkan dua pemateri terkemuka, yakni Arsyad Mansyur (Pa Bram) dan Andi Indrawijaya Aris. Keduanya akan membimbing peserta selama tiga hari pelaksanaan.
Materi yang disiapkan mencakup teori komprehensif dari pelatih berpengalaman, praktik langsung di lapangan, hingga sesi membangun jaringan sesama pelatih. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga keterampilan teknis yang bisa langsung diterapkan di klub masing-masing.
Kuota Terbatas, Pelatih Paser Diprioritaskan
Jumlah peserta yang bisa ditampung panitia terbatas. Karena itu, IPF Paser memprioritaskan pelatih dan calon pelatih dari klub serta komunitas pickleball di Kabupaten Paser.
"Kuota peserta terbatas. Kami prioritaskan pelatih dari Paser. Kami harap klub dan komunitas Pickleball di Paser, dapat mengirimkan perwakilan pelatih maupun calon pelatihnya," tutur Taufik.
Pelatihan ini mengusung jargon "Lebih Baik Melatih, Lebih Banyak Menginspirasi dan Dari Pelatih Untuk Pelatih". Pendekatan itu menempatkan sesama pelatih sebagai sumber pembelajaran utama, bukan sekadar transfer teori dari pemateri ke peserta.
Dorong Standarisasi Pembinaan Atlet Pickleball
Kehadiran coaching clinic di Paser menjadi langkah awal penataan pembinaan pickleball di Kaltim. Selama ini, pelatih di daerah kerap mengandalkan pengalaman lapangan tanpa pelatihan formal.
Dengan menggandeng Disporapar Paser, IPF berharap kompetensi pelatih meningkat sekaligus membangun karakter atlet sejak level dasar. Olahraga pickleball sendiri sedang tumbuh cepat di berbagai kota Indonesia, termasuk di Kalimantan.
Klub dan komunitas yang ingin mengirimkan perwakilan dapat menghubungi panitia sebelum kuota penuh. Pelaksanaan kegiatan tinggal menghitung hari pada awal Oktober 2026.