KALIMANTAN TIMUR — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menampilkan 490 produk riset perguruan tinggi dalam KSTI 2026 di ITS Surabaya pada 10–13 November 2026. Pameran menyatukan inventor, inovator, dan investor, dengan 117 mitra industri sudah menyatakan minat berpartisipasi. Ajang ini juga meresmikan Science Techno Park baru senilai Rp650 miliar.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Mohammad Fauzan Adziman, menyebut kurasi dilakukan setelah survei ke kampus-kampus selama sekitar dua bulan. Dari 850 produk yang masuk penjaringan, 490 di antaranya lolos seleksi untuk dipamerkan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
“Kami tidak hanya mendatangkan produknya, tetapi juga inventornya. Jadi, masyarakat bisa mengetahui masalah apa yang ingin diselesaikan melalui riset tersebut dan bagaimana solusi yang dikembangkan,” kata Fauzan dalam taklimat di Graha Diktisaintek, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Dari Kursi Roda Balap Karbon sampai Motor Listrik Anak Bangsa
Produk yang akan dipamerkan menyebar ke beberapa sektor. Universitas Negeri Yogyakarta membawa kursi roda balap berbahan serat karbon, berdampingan dengan mesin pencetak Braille dan sejumlah teknologi pendukung kemandirian penyandang disabilitas.
Di sektor transportasi, pengunjung bisa melihat pengembangan sepeda motor listrik karya anak bangsa, desain kereta cepat hasil riset konsorsium perguruan tinggi, serta teknologi pesawat tanpa awak untuk pemetaan dan mitigasi bencana.
Inovasi kebencanaan juga menjadi sorotan, mulai dari deteksi dini asap dan kebakaran hutan, perangkat pendukung penanganan banjir dan tanah longsor, hingga alat