Pencarian

15 Mobil Listrik Dites Sampai Mati, Leapmotor B10 Jalan 32 Km Setelah Indikator Kosong

Jumat, 06 November 2026 • 19:19:01 WIB
15 Mobil Listrik Dites Sampai Mati, Leapmotor B10 Jalan 32 Km Setelah Indikator Kosong
Leapmotor B10 menempuh 32 km setelah indikator baterai menunjukkan nol dalam ECOBEST Challenge 2026 di Italia.

KALIMANTAN TIMUR — Lima belas mobil listrik produksi diuji sampai berhenti total dalam ECOBEST Challenge 2026 di Italia, dan semuanya masih bisa melaju rata-rata 16 km setelah layar menunjukkan kosong. Leapmotor B10 mencatat jarak terjauh 32 km, disusul Tesla Model Y Long Range 31 km, sementara Xpeng P7+ hanya bertahan 1 km.

Uji coba digelar majalah otomotif AUTOBEST dalam rangkaian ECOBEST Challenge 2026. Rute pengujian membentang di sekitar Milan, Italia, meliputi jalan kota, jalan pedesaan, dan tol dengan konvoi yang dipimpin satu kendaraan penentu kecepatan.

Setiap mobil dikemudikan satu jurnalis saja. Penguji bergantian kendaraan tiap 30 km agar perbedaan gaya mengemudi tidak mendistorsi hasil. Semua unit memakai mode standar, bukan Eco, dengan pendingin kabin menyala dan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan. Suhu udara saat pengujian berkisar 20–25 derajat Celsius.

Metode: Dari Indikator Nol Sampai Mobil Berhenti Sendiri

Etap terakhir berlangsung di proving ground Vairano milik Quattroruote. Begitu layar menampilkan nol kilometer sisa jangkauan atau baterai 0 persen, pengemudi terus melaju sampai mobil tidak mampu bergerak dengan tenaganya sendiri.

Jarak antara titik indikator nol dan titik mobil benar-benar mati itulah yang diukur. Tim penyelamat memakai Zeekr 7GT sebagai kendaraan pendukung, memanfaatkan fungsi vehicle-to-load untuk menyuplai listrik ke mobil yang kehabisan daya agar bisa bergerak lagi tanpa perlu truk derek khusus.

Leapmotor B10 Terjauh, Xpeng P7+ Paling Cepat Menyerah

Dari 15 mobil listrik yang diuji, rata-rata masih melaju 16 km setelah dashboard menyatakan habis. Berikut jarak tempuh tambahan tiap unit setelah indikator nol:

  • Leapmotor B10: 32 km
  • Tesla Model Y Long Range: 31 km
  • Xpeng P7+: 1 km

Selisih Leapmotor dan Xpeng terpaut 32 kali lipat. Namun AUTOBEST tidak mempublikasikan sisa energi yang masih tersedia di baterai saat indikator nol, juga tidak mencantumkan kecepatan yang dipertahankan setelahnya. Artinya, jarak tempuh lebih jauh belum tentu berarti cadangan daya baterainya jauh lebih besar.

Mengapa Mobil Listrik Masih Bisa Jalan Saat Layar Bilang Kosong

Semua mobil listrik menyimpan buffer energi di bawah ambang nol persen. Saat state of charge turun, tegangan sel baterai ikut melemah. Sebelum tegangan jatuh terlalu rendah dan merusak sel, sistem memutus aliran listrik ke motor.

Kondisi itu membuat pak baterai tidak pernah benar-benar kosong total meski mobil sudah tidak bisa bergerak. Angka 0 persen hanyalah perkiraan mobil atas sisa energi yang masih bisa dipakai, sedangkan estimasi jangkauan adalah tebakan seberapa jauh energi tersebut cukup.

Kedua angka itu tidak selalu mencapai nol bersamaan. Pada satu uji jangkauan lain, Tesla Model 3 masih menampilkan sisa 3,2 km ketika state of charge sudah 0 persen, lalu tetap melaju 50 km lagi setelah titik itu.

Implikasi buat Pengguna Mobil Listrik di Indonesia

Hasil pengujian ini relevan bagi pemilik EV di Indonesia yang sering cemas soal jarak ke SPKLU terdekat. Buffer energi memberi ruang ekstra saat indikator menyala, tetapi besarnya berbeda-beda antar model dan tidak bisa dijadikan patokan pasti.

Mengandalkan buffer sebagai strategi perjalanan tetap berisiko. Pengujian AUTOBEST dilakukan di suhu sejuk 20–25 derajat Celsius dengan kecepatan konvoi terkendali, kondisi yang jauh lebih bersahabat dibanding kemacetan kota atau tanjakan di cuaca panas.

Angka 1 km milik Xpeng P7+ menunjukkan buffer tidak selalu lapang. Perencanaan pengisian daya yang matang, dengan margin aman sebelum baterai mendekati nol, tetap jadi kebiasaan yang paling masuk akal.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: insideevs.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks