Pencarian

Media Officer Akademi Persib Dianiaya Oknum Suporter di Rest Area Batang

Senin, 12 Oktober 2026 • 19:20:01 WIB
Media Officer Akademi Persib Dianiaya Oknum Suporter di Rest Area Batang
Media Officer Akademi Persib Bandung, Pandu Persada, mengalami penganiayaan oleh oknum suporter di Rest Area Batang, Jawa Tengah.

KALIMANTAN TIMUR — Pandu Persada, Media Officer Akademi Persib Bandung, mengalami penganiayaan oleh oknum suporter di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam. Insiden terjadi saat ia dalam perjalanan pulang ke Bandung bersama rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib U-18. Akibatnya, Pandu menderita memar di kepala dan pendarahan pada hidung.

Rombongan EPA Persib U-18 sebelumnya melakoni pertandingan di Solo. Saat singgah di rest area, tidak ada komunikasi atau interaksi apa pun dengan kelompok suporter yang berada di lokasi yang sama. Situasi berubah ketika rombongan turun dari kendaraan dan identitas mereka dikenali.

Peringatan Ofisial Sebelum Insiden Terjadi

Pandu mengaku sempat mendapat peringatan dari Ridwan, ofisial Akademi Persib, soal keberadaan kelompok suporter klub lain di sekitar area istirahat. Ia tidak menganggapnya sebagai ancaman karena merasa rombongan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu keributan.

"Memang saya pernah sempet dikasih peringatan sama satu ofisial Ridwan. Bahwa ini ada salah satu kelompok suporter sana gitu. Wah ya, sudahlah enggak apa-apalah, kami enggak ganggu, mudah-mudahan mereka juga enggak ganggu, tapi ternyata saya salah," ungkap Pandu.

Momen Kerumunan di Sekitar Bus

Situasi memanas ketika Pandu dan Ridwan kembali menuju bus. Sejumlah orang tiba-tiba mengerumuni rombongan. Di tengah kerumunan, Pandu sempat membantu rekannya yang mendapat tarikan dari oknum suporter.

"Di situ ada salah satu yang sudah mulai ditarik, saya awalnya enggak, cuma ada interaksi sedikit aja. Tapi ada penarikan ke teman saya, saya lepaskan, dia suruh masuk ke bus. Nah sisa saya," katanya.

Pandu Sebut Tak Ada Pemicu Jelas

Pandu menuturkan tidak mengetahui pemicu penyerangan karena sebelumnya tidak ada interaksi dengan kelompok suporter lain yang berada di lokasi sama. Menurutnya, rombongan hanya singgah tanpa komunikasi dengan pihak mana pun sebelum situasi berubah.

"Jadi kalau tadi ada pertanyaan apa sih pemicunya. Nah memang sepengetahuan saya enggak ada, kita enggak ada interaksi sama sekali dengan mereka," kata Pandu kepada awak media, Senin (12/10/2026).

Identitas Rombongan Dikenali Usai Turun dari Kendaraan

Pandu menyebut suporter klub lain baru menyadari identitas rombongan ketika mereka turun dari kendaraan. Ia menduga mereka mengetahui Persib U-18 sebelumnya bermain di Solo, namun menegaskan tidak ada percakapan atau kontak apa pun sebelum insiden.

"Cuma ketika kita turun aja, mereka akhirnya sadar gitu bahwa ini tuh rombongan Persib. Dan mungkin mereka juga punya background, oh ada Persib U-18 main di Solo, mungkin. Tapi memang enggak ada interaksi, enggak ada komunikasi apa-apa, enggak ada," jelasnya.

Kondisi Korban dan Perjalanan Pulang

Pandu mengalami memar di kepala dan pendarahan pada hidung akibat penganiayaan tersebut. Insiden ini terjadi di tengah perjalanan pulang rombongan dari Solo menuju Bandung, dan menjadi catatan kelam bagi kontingen akademi Persib yang baru selesai bertanding.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks