BALIKPAPAN — Sebanyak 39 unit pompa air beserta perlengkapannya mendarat di Baseops Lanud Dhomber Balikpapan menggunakan pesawat Hercules C-130 milik Skadron Udara 33 Lanud Hasanuddin Makassar, dengan total muatan sekitar 12,9 ton. Seluruh armada bantuan akan segera didistribusikan ke daerah yang membutuhkan berdasarkan kondisi titik api dan kawasan pertanian yang terdampak.
Panglima Kogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur Buyung Dodi Gunawan. Penyerahan disaksikan Danlanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana serta sejumlah pejabat utama Kogabwilhan II.
Sebaran Titik Panas dan Pengerahan 5.334 Personel TNI
Data terbaru menunjukkan Kutai Timur menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, mencapai 276 titik. Disusul Penajam Paser Utara dengan 160 titik, Kutai Kartanegara 141 titik, dan Paser 108 titik.
Wilayah lainnya mencatatkan angka lebih rendah, yakni Berau 58 titik, Balikpapan 40 titik, Samarinda 31 titik, Bontang 26 titik, Mahakam Ulu 25 titik, dan Kutai Barat 18 titik. Untuk mempercepat pemadaman, Kodam VI/Mulawarman mengerahkan 5.334 personel TNI ke lapangan.
Pemerintah Ingatkan Larangan Bakar Lahan
Marsdya TNI Muzafar menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman. Upaya pencegahan harus berjalan bersamaan, termasuk menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.
"Saya mengingatkan dan mengimbau kepada seluruh masyarakat dan korporat, perusahaan-perusahaan, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar," ujar Muzafar di Base Ops Lanud Dhomber.
Pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan hingga menimbulkan bencana. Penegasan ini sejalan dengan arahan Presiden agar praktik pembakaran lahan yang berpotensi memicu karhutla dihentikan.
Operasi Modifikasi Cuaca dan Target Distribusi
Selain pengerahan personel dan peralatan, pemerintah menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC). Pesawat untuk pelaksanaan OMC telah dipersiapkan guna memicu hujan di sekitar wilayah yang memiliki titik panas.
Buyung Dodi Gunawan menjelaskan, pompa air diperkirakan mulai disalurkan ke daerah sasaran dalam satu hingga dua hari setelah seluruh armada bantuan tiba. Daerah dengan kebutuhan penanganan lebih besar akan mendapatkan porsi bantuan lebih banyak, antara lain Paser, Berau, dan Kutai Barat.
"Kalau kita lihat di lapangan, kita semua tim Satgas sangat dibantu dengan teman-teman TNI di lapangan. Jadi bukan hanya di lapangan, ini bukti pemerintah dari TNI dan juga pemerintah pusat sudah perhatian kepada Kalimantan Timur," ungkap Buyung.
BPBD Kaltim akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait untuk menentukan mekanisme dan sasaran distribusi bantuan sebelum dilaporkan kepada Gubernur Kalimantan Timur.