KALIMANTAN TIMUR — Pernyataan itu disampaikan melalui akun Threads @yanifiltania, Jumat (7/8). Keluarga menegaskan dugaan sikap nirempatik tenaga medis terhadap almarhum yang sempat menyita perhatian publik tidak lagi ingin diperpanjang. "Kami masih berada dalam suasana duka dan memerlukan waktu serta ketenangan untuk menjalani masa berkabung," tulis pernyataan resmi tersebut.
Dalam keterangannya, pihak keluarga secara eksplisit meminta rekan-rekan media dan pihak lain untuk tidak menghubungi anggota keluarga melalui berbagai saluran komunikasi. CNNIndonesia.com telah mendapatkan izin untuk mengutip pernyataan tersebut.
Kronologi Peristiwa dan Respons Kemenkes
Polemik ini bermula dari unggahan akun Threads @yurizaltrich pada 22 Juli 2026. Dalam unggahan itu, almarhum mengeluhkan pengalaman menunggu hingga delapan jam tanpa kepastian ruangan saat hendak menjalani perawatan menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Meski tidak menyebut nama rumah sakit, unggahan itu memicu respons dari sejumlah oknum tenaga kesehatan yang dinilai publik tidak mencerminkan empati.
Yurizal Tri Chaerawan, warga Bogor, Jawa Barat, meninggal dunia pada 31 Juli lalu. Kerabat menyebut salah satu penyebabnya adalah keterlambatan mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Klaim Kemenkes: Bukan karena Penanganan IGD
Setelah penelusuran, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan Yurizal menunggu lama di IGD Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Dirjen Pelayanan Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, menjelaskan waktu tunggu tersebut bukan karena pasien tidak mendapat penanganan di IGD, melainkan karena kondisi pasien membutuhkan perawatan di High Care Unit (HCU) yang kapasitasnya terbatas.
"Prinsipnya di RSCM adalah pusat rujukan nasional, kemungkinan besar RSCM penuh itu sangat besar. Tapi apa harus menunggu 8 jam itu tergantung situasi, kalau kosong ya lebih cepat dari itu," kata pria yang akrab disapa Aco tersebut, Kamis (6/8).
Azhar menambahkan, almarhum tidak membutuhkan kamar rawat inap biasa. Kondisi pasien mengharuskannya mendapatkan perawatan khusus di HCU. Selain itu, Yurizal disebut memiliki penyakit penyerta dengan kondisi yang cukup berat, meski Kemenkes tidak mengungkap