Pencarian

Keluarga Almarhum Yurizal Nyatakan Kasus Viral Pasien BPJS Selesai dan Minta Publik Hentikan Pembahasan

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 13:27:01 WIB
Keluarga Almarhum Yurizal Nyatakan Kasus Viral Pasien BPJS Selesai dan Minta Publik Hentikan Pembahasan
Keluarga almarhum Yurizal Tri Chaerawan menyatakan kasus viral pasien BPJS telah selesai dan meminta publik menghentikan pembahasan.

KALIMANTAN TIMUR — Pernyataan itu disampaikan melalui akun Threads @yanifiltania, Jumat (7/8). Keluarga menegaskan dugaan sikap nirempatik tenaga medis terhadap almarhum yang sempat menyita perhatian publik tidak lagi ingin diperpanjang. "Kami masih berada dalam suasana duka dan memerlukan waktu serta ketenangan untuk menjalani masa berkabung," tulis pernyataan resmi tersebut.

Dalam keterangannya, pihak keluarga secara eksplisit meminta rekan-rekan media dan pihak lain untuk tidak menghubungi anggota keluarga melalui berbagai saluran komunikasi. CNNIndonesia.com telah mendapatkan izin untuk mengutip pernyataan tersebut.

Kronologi Peristiwa dan Respons Kemenkes

Polemik ini bermula dari unggahan akun Threads @yurizaltrich pada 22 Juli 2026. Dalam unggahan itu, almarhum mengeluhkan pengalaman menunggu hingga delapan jam tanpa kepastian ruangan saat hendak menjalani perawatan menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Meski tidak menyebut nama rumah sakit, unggahan itu memicu respons dari sejumlah oknum tenaga kesehatan yang dinilai publik tidak mencerminkan empati.

Yurizal Tri Chaerawan, warga Bogor, Jawa Barat, meninggal dunia pada 31 Juli lalu. Kerabat menyebut salah satu penyebabnya adalah keterlambatan mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Klaim Kemenkes: Bukan karena Penanganan IGD

Setelah penelusuran, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan Yurizal menunggu lama di IGD Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Dirjen Pelayanan Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, menjelaskan waktu tunggu tersebut bukan karena pasien tidak mendapat penanganan di IGD, melainkan karena kondisi pasien membutuhkan perawatan di High Care Unit (HCU) yang kapasitasnya terbatas.

"Prinsipnya di RSCM adalah pusat rujukan nasional, kemungkinan besar RSCM penuh itu sangat besar. Tapi apa harus menunggu 8 jam itu tergantung situasi, kalau kosong ya lebih cepat dari itu," kata pria yang akrab disapa Aco tersebut, Kamis (6/8).

Azhar menambahkan, almarhum tidak membutuhkan kamar rawat inap biasa. Kondisi pasien mengharuskannya mendapatkan perawatan khusus di HCU. Selain itu, Yurizal disebut memiliki penyakit penyerta dengan kondisi yang cukup berat, meski Kemenkes tidak mengungkap

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks