Pencarian

Wali Kota Bontang Minta Kemenkeu Perjelas DBH Usai Ekspor Perdana Pupuk ke Australia Capai 250 Ribu Ton

Senin, 18 Mei 2026 • 13:05:54 WIB
Wali Kota Bontang Minta Kemenkeu Perjelas DBH Usai Ekspor Perdana Pupuk ke Australia Capai 250 Ribu Ton
Wali Kota Bontang menyoroti ketidakjelasan DBH pasca ekspor perdana pupuk ke Australia.

BONTANG — Keberhasilan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mengekspor perdana 47.250 metrik ton pupuk urea ke Australia pada Kamis (14/5/2026) lalu tidak serta-merta membuat pemerintah daerah tenang. Di balik capaian itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni justru menyoroti ketidakjelasan skema Transfer ke Daerah (TKD) yang diterima kotanya.

Menurut Neni, Bontang selama ini menjadi salah satu kawasan industri strategis nasional di Kalimantan Timur. Namun, kepastian soal DBH dari pemerintah pusat dinilai masih abu-abu.

DBH Belum Jelas, Devisa Terus Mengalir

“Kami meminta kepada Kementerian Keuangan agar TKD Bontang tidak dipotong. Karena sampai sekarang DBH kita juga belum jelas, sementara kita banyak memberikan devisa untuk negara,” ujar Neni dalam pernyataan resminya.

Ia menambahkan, Pupuk Kaltim merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Perusahaan tersebut tidak hanya menggerakkan sektor lokal, tetapi juga menyumbang pendapatan negara melalui ekspor. Pemerintah pusat sendiri menargetkan total pengiriman pupuk ke Australia mencapai 250 ribu ton hingga Desember 2026, dan berpotensi naik menjadi 500 ribu ton.

Ekspor Perdana ke Australia Jadi Momentum

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi langkah Pupuk Kaltim yang dinilai berhasil membuka pasar internasional di tengah ketidakpastian geopolitik global. “Awalnya direncanakan 250 ribu ton, tapi akan kita tingkatkan menjadi 500 ribu ton,” ujar Amran.

Pemerintah memastikan ekspor dilakukan setelah kebutuhan pupuk dalam negeri terpenuhi. Prioritas petani nasional tetap menjadi acuan utama sebelum membuka keran pasar luar negeri.

Potensi 1,5 Juta Ton dan Harapan Daerah

Neni menekankan bahwa potensi ekspor urea dari Bontang diperkirakan mencapai 1,5 juta ton. Angka itu, kata dia, menjadi bukti betapa pentingnya peran Kota Taman dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, khususnya sektor industri kimia dan pupuk.

“Ekspor urea ini merupakan semangat Kota Bontang untuk bagaimana industri di Indonesia bisa terus maju,” katanya.

Ia berharap pemerintah pusat tidak memangkas TKD Bontang. Sebab, daerah ini terus menyumbang devisa negara dalam jumlah besar melalui sektor industri strategis yang beroperasi di wilayahnya.

Bagikan
Sumber: bontangpost.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks