KALIMANTAN TIMUR — Kepanikan massal terjadi di tengah rangkaian acara Festival Budaya Lembah Baliem. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan deretan kursi kosong yang ditinggalkan pengunjung secara mendadak. Dari pengeras suara, seorang wanita terdengar memohon bantuan petugas keamanan untuk mengarahkan masyarakat ke tempat yang lebih aman.
"Mohon keamanan untuk tolong mengarahkan masyarakat. Pihak keamanan mohon mengarahkan masyarakat," ujar seorang wanita melalui pengeras suara, seperti terekam dalam video yang beredar.
Kronologi Kepanikan dan Upaya Evakuasi
Dalam rekaman amatir yang diterima redaksi, suara tembakan terdengar setidaknya dua kali secara beruntun. Teriakan histeris warga langsung pecah, diikuti instruksi dari seorang pria yang meminta warga untuk menunduk dan segera mencari perlindungan. Suasana kocar-kacir tak terhindarkan, dengan puluhan orang berlari ke berbagai arah meninggalkan lokasi utama acara.
Panitia penyelenggara berulang kali meminta bantuan aparat keamanan yang berjaga di lokasi untuk mengendalikan situasi dan mengevakuasi pengunjung. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun luka-luka akibat insiden tersebut.
Polda Papua Konfirmasi Insiden, Pelaku Masih Diburu
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, membenarkan terjadinya aksi penembakan di acara Festival Budaya Lembah Baliem. "Benar (adanya penembakan di acara FBLB)," kata Cahyo dalam keterangan resminya, Sabtu (8/8/2026).
Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci lebih lanjut mengenai identitas pelaku, motif di balik aksi tersebut, maupun jumlah pasti peluru yang ditembakkan. Tim gabungan dari Polda Papua dan Polres Jayawijaya saat ini disebut telah berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memburu para pelaku.
Keamanan Papua Pegunungan Kembali Diuji
Insiden ini menjadi ujian serius bagi situasi keamanan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya pada momentum acara budaya tahunan yang seharusnya menjadi ajang promosi pariwisata. Aksi penembakan yang menyasar kerumunan warga sipil ini menimbulkan trauma mendalam bagi masyarakat dan mencemarkan nama baik acara yang selama ini menjadi ikon budaya nasional.
Sejumlah pihak mendesak aparat keamanan untuk bertindak tegas dan mengusut tuntas kasus ini. Tidak hanya untuk menangkap pelaku, tetapi juga untuk memastikan rasa aman bagi warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Papua Pegunungan. Pertanyaan besar kini mengemuka: bagaimana langkah konkret aparat untuk menjamin keamanan di sisa rangkaian acara festival yang masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan?