SANGATTA — Dua rumah di Jalan APT Pranoto, RT 36, Sangatta Utara, Kutai Timur, ludes dilalap si jago merah pada Senin lalu. Kobaran api yang membubung tinggi sempat membuat warga sekitar panik sebelum akhirnya petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Api baru berhasil dikendalikan setelah petugas berjibaku selama satu jam.
Awal Kejadian: Api Mulai Berkobar dari Salah Satu Rumah
Belum diketahui secara pasti penyebab awal kebakaran tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, api pertama kali terlihat membubung dari atap salah satu rumah yang berada di tengah permukiman padat penduduk. Warga yang melihat kejadian itu langsung berusaha memadamkan api secara manual menggunakan alat seadanya.
“Kami lihat asap tebal dulu, lalu api langsung besar. Warga panik, ada yang bawa ember, ada yang teriak minta tolong,” ujar seorang saksi mata di lokasi. Upaya warga belum membuahkan hasil karena api cepat merambat ke bangunan di sampingnya.
Proses Pemadaman: Satu Jam Melawan Api
Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kutai Timur tiba beberapa saat setelah laporan diterima. Mereka langsung menyemprotkan air ke titik-titik api yang masih membesar. Cuaca yang cukup panas dan material bangunan yang mudah terbakar sempat mempersulit proses pemadaman.
Setelah kurang lebih 60 menit, api akhirnya bisa dilokalisir dan dinyatakan padam. Petugas masih melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru. Belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait jumlah kerugian atau penyebab pasti kebakaran.
Apa Langkah Selanjutnya untuk Warga Terdampak?
Dua rumah yang terbakar saat ini dalam kondisi tidak layak huni. Penghuni rumah sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara disebut-sebut akan melakukan pendataan untuk memberikan bantuan darurat bagi para korban.
“Kami masih menunggu laporan lengkap dari petugas di lapangan. Bantuan logistik dan tempat tinggal sementara akan segera disiapkan,” ucap seorang perwakilan dari kecamatan. Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk memastikan tidak ada unsur kesengajaan di balik kebakaran tersebut.