Pencarian

Pangsa Pasar BEV Tembus 16 Persen, Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Harus Beralih ke Industri Komponen

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 08:27:31 WIB
Pangsa Pasar BEV Tembus 16 Persen, Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Harus Beralih ke Industri Komponen
Pangsa pasar kendaraan listrik baterai (BEV) nasional mencapai 16 persen, menandai fase pembentukan pasar yang dinilai telah selesai.

KALIMANTAN TIMUR — Fase pembentukan pasar kendaraan listrik di Indonesia dinilai sudah selesai. Kini saatnya pemerintah menggeser arah kebijakan insentif dari sekadar mendorong pembelian konsumen menjadi penguatan industri manufaktur dan komponen lokal.

Hal tersebut mengemuka dalam Seminar GIIAS 2026 bertajuk Mengkaji Ulang Peta Jalan Industri Otomotif Nasional di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (5/8/2026). Riyanto, Peneliti Senior LPEM FEB UI, menyebut pangsa pasar BEV nasional sudah menembus angka 16 persen.

"Kalau dari sisi BEV, (pangsa pasar) kita sudah lewat 10 persen. Kita sekarang 16 persen. Sudah lewat tipping point-nya, sudah jalur pasar. Kalau dibiarkan secara natural itu sudah bisa berkembang," ungkapnya.

Permintaan Global Diprediksi Tembus 50 Persen

Riyanto menjelaskan, tren elektrifikasi dipastikan terus tumbuh baik di pasar domestik maupun global. Prediksi menunjukkan pangsa pasar kendaraan listrik dunia akan menembus angka di atas 50 persen di masa mendatang.

"Kenapa ini penting? Karena memang BEV atau elektrifikasi ini akan terus berkembang, pasarnya juga akan terus meningkat. Ya, tadi sudah diprediksi juga, nanti barangkali pasar EV dunia akan mencapai 50 persen, di atas 50 persen dan seterusnya," katanya.

Dengan kondisi tersebut, daya saing industri dalam negeri menjadi kunci. Jika tidak dipersiapkan sejak sekarang, Indonesia hanya akan menjadi pasar bagi produk impor tanpa nilai tambah manufaktur yang signifikan.

Transformasi dari Pengembangan Pasar ke Pendalaman Industri

Riyanto menegaskan, fokus pengembangan industri otomotif nasional harus bergeser dari sekadar memperluas pasar menjadi memperkuat kemampuan manufaktur dan industri komponen kendaraan listrik. Pengalaman pada kendaraan ICE dinilai menjadi modal berharga.

"Jadi kita tidak lagi memikirkan tentang pengembangan pasar, keterjangkauan harga bagi konsumen, tapi juga kita pikirkan daya saing dari industri manufaktur atau industri otomotif kita. Bagaimana kita mulai berpikir mentransformasi dari market, pengembangan pasar, menjadi pendalaman industri komponennya, karena di (kendaraan) ICE, kita sudah cukup dalam industri komponennya," tutup Riyanto.

"Jadi dari sisi roadmap, kaitannya adalah kita tak perlu lagi khawatir untuk memberikan insentif dengan tujuan mengembangkan pasar. Tapi kita harus bergeser, memberikan insentif dengan mengarahkan bagaimana pendalaman industrinya. Itu barangkali yang paling pokok buat kita," ujarnya.

Stimulus 500 Ribu Unit Segera Diumumkan Presiden

Isu pergeseran insentif ini muncul di tengah rencana pemerintah mengumumkan stimulus besar-besaran untuk kendaraan listrik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto bakal meluncurkan insentif untuk 500 ribu mobil dan motor listrik dalam waktu dekat.

"Saya pikir dua atau tiga pekan dari sekarang, presiden akan meluncurkan stimulus buat kendaraan listrik, termasuk 500 ribu motor dan mobil listrik. 100 persen PPnBM, PPN ya PPN, VAT ditanggung pemerintah, 40 persen untuk kendaraan listrik tertentu," ungkap Purbaya saat menjadi pembicara di Gaikindo International Automotive Conference (GIAC), ICE-BSD City, Tangerang, Selasa (4/8/2026).

Skema detail insentif tersebut masih dihitung dan akan diumumkan langsung oleh Presiden. Purbaya menyebut kebijakan ini kemungkinan akan membedakan perlakuan berdasarkan jenis baterai yang digunakan.

"Yang baterai nickel base sama lithium base agak beda sedikit," terang Purbaya.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks