Pencarian

Kemenperin Sebut Produksi Massal Mobil Listrik Nasional Pindad Mulai 2028

Jumat, 11 September 2026 • 11:49:01 WIB
Kemenperin Sebut Produksi Massal Mobil Listrik Nasional Pindad Mulai 2028
Kemenperin memaparkan roadmap produksi massal mobil listrik nasional Pindad dalam RDP Panja Komisi VII DPR RI.

KALIMANTAN TIMUR — Roadmap proyek Mobnas dipaparkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Komisi VII DPR RI yang membahas Pengembangan Ekosistem dan Daya Saing Industri Kendaraan Listrik, Rabu (9/9). Paparan disampaikan jajaran Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin.

Subang Jadi Lokasi Pabrik, Tahap Kini Masih Land Clearing

Lokasi produksi Mobnas berada di Subang, Jawa Barat. Menurut paparan dalam RDP tersebut, kegiatan di lapangan belum masuk tahap konstruksi penuh.

"Adapun roadmap nanti untuk besarnya Mobnas ini, saat ini mereka masih line clearing dan itu akan mengokupasi di Subang, dan operasional mereka akan mulai mass production itu di 2028," ujar Setia Dirjen ILMATE.

Artinya, rentang 2026–2027 akan jadi fase krusial: pembangunan fasilitas, penyiapan lini produksi, hingga validasi prototipe sebelum target produksi massal 2028 dieksekusi.

Pendanaan Pabrik Lewat PMN Fiskal dan Non-Fiskal

Pembangunan pabrik di Subang telah diajukan melalui skema Penyertaan Modal Negara. Dukungan yang diminta mencakup aset non-fiskal berupa lahan, serta dukungan fiskal untuk konstruksi.

"Mereka sudah mengajukan PMN baik fiskal dan non-fiskal ke Kementerian Keuangan. Non-fiskal yaitu lahan yang ada di Subang, dan fiskalnya saya kurang tidak bisa precise untuk menyebutkannya berapa, tapi mereka juga mengajukan itu untuk pembangunan pabrik di Subang," kata Setia.

Belum ada angka pasti soal nilai PMN fiskal yang diajukan. Yang jelas, lahan di Subang jadi komponen non-fiskal yang sudah masuk pengajuan ke Kementerian Keuangan.

Insentif Super Tax Deduction untuk Fase R&D

Kebutuhan utama Pindad saat ini bukan insentif produksi, melainkan dukungan riset. Sebab proyek Mobnas masih berada di tahap penelitian dan pengembangan sekaligus membangun fasilitas.

"Saat ini kebutuhan Pindad ataupun untuk kebutuhan mobil nasional pada kami, karena ini masih dalam R&D yang juga masih sedang membangun, adalah lebih pada insentif terkait dengan super tax deduction dalam R&D mobil nasional ini yang akan kami support," ujarnya.

Skema super tax deduction memberi potongan pajak bagi perusahaan yang menggelontorkan biaya riset tertentu. Untuk proyek Mobnas, insentif ini diposisikan sebagai penopang fase pengembangan teknologi, bukan subsidi harga jual.

Target Lebih Besar: Bukan Sekadar Pasar Konsumsi

Melalui proyek ini, pemerintah ingin Indonesia tidak hanya jadi pasar konsumsi kendaraan listrik dunia. Ambisinya adalah menguasai teknologi industri otomotif secara mandiri dan menyeluruh — dari komponen, perakitan, sampai pengembangan platform.

Namun jalan menuju 2028 masih panjang. Sejumlah pekerjaan rumah mengemuka: kepastian pencairan PMN, kesiapan rantai pasok komponen lokal, dan offtaker yang akan menyerap produksi awal. Tanpa ketiganya, target produksi massal 2028 berisiko mundur.

Yang menarik dicermati, Mobnas diposisikan berbeda dari merek-merek listrik yang sudah dijual di Indonesia saat ini. Kalau merek global fokus pada penetrasi pasar, Mobnas mengarah pada penguasaan teknologi dan kapasitas produksi dalam negeri.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks