BONTANG — Sebanyak 213 pendaftar mengikuti seleksi beasiswa PKTPP tahun ini, namun hanya 50 orang yang dinyatakan lolos setelah melalui proses verifikasi prestasi akademik dan kondisi ekonomi keluarga. Para penerima terdiri dari 10 siswa SD, 10 siswa SMP, 10 siswa SMA, serta 20 mahasiswa yang diterima melalui jalur SNBP dan SNBT.
Bantuan Pendidikan Total Rp39,3 Miliar untuk 545 Penerima
VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, menyebutkan bahwa sejak pertama kali digulirkan, program PKTPP telah merealisasikan bantuan pendidikan senilai Rp39,3 miliar bagi 545 penerima manfaat. "Proses seleksi dilakukan secara transparan dan akuntabel, agar seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas," ujar Rezha saat seremoni penyerahan beasiswa di Hotel Grand Equator Bontang, Selasa (14/7/2026).
Bentuk Beasiswa: Dari Pembebasan Biaya hingga Biaya Hidup
Rezha menjelaskan, benefit yang diberikan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing penerima. Untuk siswa SD hingga SMA yang menempuh pendidikan di Yayasan Pupuk Kaltim (YPK), mereka mendapatkan pembebasan biaya pendidikan, perlengkapan sekolah, biaya transportasi, serta kebutuhan penunjang lainnya.
Sementara itu, mahasiswa penerima beasiswa memperoleh bantuan berupa biaya kuliah, biaya hidup, hingga biaya penelitian dan wisuda. Skema ini dirancang agar tidak ada hambatan finansial selama masa studi.
Investasi Jangka Panjang untuk SDM Unggul
Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Maslani, menegaskan bahwa perusahaan memandang dukungan terhadap sektor pendidikan sebagai investasi strategis jangka panjang. Menurutnya, pembangunan industri harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia.
"Pupuk Kaltim meyakini, pembangunan industri harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia. Semangat ini mendasari program PKTPP, untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak dalam meraih cita-cita," tutur Maslani.
Ia menambahkan, kualitas SDM akan menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia menghadapi tantangan global, termasuk transformasi industri dan pembangunan daerah. "Beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan bentuk kepercayaan bagi generasi muda agar terus belajar, berprestasi, dan kelak mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah maupun Indonesia," ucapnya.
Apresiasi Pemkot Bontang: Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris memberikan apresiasi atas konsistensi Pupuk Kaltim dalam mendukung kemajuan pendidikan. Menurutnya, program ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mewujudkan visi Kota Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
"Untuk mewujudkan visi tersebut, kita tidak cukup hanya membangun infrastruktur. Tapi juga manusia yang memiliki daya saing tinggi. Dan hal ini salah satunya dapat dicapai melalui pendidikan berkualitas bagi anak," papar Agus Haris.
Ia berharap beasiswa PKTPP terus dikembangkan agar semakin banyak generasi penerus yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan berkualitas tanpa terkendala biaya.