SAMARINDA — Rata-rata hasil tangkapan nelayan di Kalimantan Timur mencapai 200 ribu ton per tahun. Angka itu, menurut DKP setempat, lebih dari cukup untuk memasok dapur sehat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di 145 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Hasil tangkapan yang melimpah dari para nelayan diserap langsung sebagai sumber gizi utama bagi para penerima manfaat program nasional ini,” kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kaltim, Petrijansyah Noor, di Samarinda, Senin.
Produksi Ikan Terus Naik, Target 223.300 Ton di 2026
Data DKP Kaltim mencatat produksi ikan di provinsi ini terus bergerak naik. Pada 2024, produksi tercatat sebesar 214.694 ton. Angka itu meningkat menjadi 218.987 ton pada 2025.
Memasuki semester I-2026, realisasi produksi sudah menembus 111.200 ton. DKP Kaltim memproyeksikan total produksi hingga akhir tahun ini mampu mencapai 223.300 ton.
“Target tersebut sangat realistis. Data historis 13 tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan produksi rata-rata 1,75 persen per tahun,” tambah Petrijansyah.
Efek Domino Ekonomi untuk Nelayan Tradisional
Petrijansyah menjelaskan, program MBG tidak hanya memperbaiki gizi masyarakat. Kebijakan penyerapan hasil laut lokal memberi kepastian pasar bagi nelayan tradisional.
“Pendapatan nelayan tradisional di daerah menjadi lebih stabil karena mereka kini memiliki pangsa pasar yang pasti dan berkelanjutan,” jelasnya.
Distribusi makanan bergizi di Kaltim saat ini dikelola melalui 145 SPPG yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Pemprov Kaltim optimistis kebutuhan ikan dalam program ini bisa terpenuhi tanpa harus mendatangkan pasokan dari luar daerah.
Pengawasan Rantai Pasok, Kualitas Diakui Pasar Global
Terkait teknis di lapangan, Petrijansyah menegaskan bahwa operasional harian dapur sehat dikelola secara mandiri oleh masing-masing SPPG. Namun, DKP Kaltim tetap melakukan pengawasan ketat pada rantai pasok esensial.
“Walaupun volume pasokan dikelola penuh oleh satuan pelayanan, kami menjamin ketersediaan ikan lokal akan selalu mencukupi kebutuhan dapur sehat di SPPG,” tegas Petrijansyah.
Kualitas produk perikanan Kalimantan Timur tidak hanya diakui di dalam negeri. Komoditas laut Bumi Etam memiliki daya saing tinggi di pasar global dengan rute ekspor aktif ke Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, China, hingga Malaysia.