Rochdale resmi kembali ke kasta Football League setelah menundukkan Boreham Wood lewat adu penalti 3-1 di final playoff National League. Sempat tertinggal dua gol, gol dramatis Mani Dieseruvwe pada menit ke-96 memaksa laga berlanjut hingga babak tambahan. Kemenangan ini mengakhiri penantian klub yang sempat terancam likuidasi akibat krisis finansial.
Stadion Wembley menjadi saksi bisu kebangkitan luar biasa Rochdale dalam perebutan satu tiket tersisa menuju kompetisi profesional Inggris. Meski sempat berada di ujung tanduk, skuat asuhan Jimmy McNulty berhasil membalikkan keadaan dalam laga yang menguras emosi ribuan pendukung mereka yang memadati tribun.
Aksi Heroik Kiper 17 Tahun di Bawah Mistar
Kemenangan Rochdale tidak lepas dari performa gemilang Oliver Whatmuff. Kiper pinjaman asal Manchester City yang baru berusia 17 tahun tersebut tampil sebagai pahlawan dengan mementahkan dua eksekutor penalti Boreham Wood. Ketangguhan Whatmuff sebenarnya sudah teruji sejak detik ke-45 pertandingan saat ia melakukan penyelamatan krusial untuk menggagalkan peluang emas Leon Ayinde.
Setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit, Whatmuff menunjukkan kematangan mental di babak adu tos-tosan. Keberhasilannya mengawal gawang menjadi penentu kemenangan 3-1, sekaligus melengkapi pencapaian pribadinya setelah sehari sebelumnya terpilih masuk ke dalam Tim Terbaik National League musim ini.
Comeback Dramatis dari Ketertinggalan Dua Gol
Jalannya pertandingan sempat terlihat tidak berpihak pada Rochdale. Boreham Wood membuka keunggulan pada menit ke-22 melalui sontekan Matt Rush yang memanfaatkan umpan silang akurat Abdul Abdulmalik. Keadaan semakin memburuk bagi Rochdale ketika Abdulmalik menggandakan keunggulan Boreham Wood pada menit ke-69 lewat tembakan mendatar yang menembus kerumunan pemain.
Tertinggal 0-2 tidak membuat Rochdale menyerah. Momentum kebangkitan dimulai saat pemain pengganti, Tyler Smith, mencetak gol balasan pada menit ke-78. Memasuki masa injury time, tepatnya di menit ke-96, Mani Dieseruvwe memicu ledakan kegembiraan di tribun pendukung Rochdale. Sundulannya yang membentur punggung bek lawan, James Clarke, bersarang ke pojok gawang dan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.
- Skor Akhir: Boreham Wood 2-2 Rochdale (Penalti 1-3)
- Pencetak Gol: Matt Rush (22'), Abdul Abdulmalik (69') / Tyler Smith (78'), Mani Dieseruvwe (96+6')
- Venue: Stadion Wembley, London
Bangkit dari Ambang Kebangkrutan dan Luka York City
Keberhasilan promosi ini memiliki makna mendalam bagi publik Spotland. Hanya berselang dua pekan sebelumnya, Rochdale mengalami pukulan telak saat gelar juara liga yang sudah di depan mata sirna akibat gol menit akhir York City. Kegagalan tersebut sempat dikhawatirkan bakal meruntuhkan mentalitas tim di babak playoff.
Lebih dari sekadar urusan lapangan hijau, kemenangan ini menjadi napas baru bagi stabilitas finansial klub. Setelah terdegradasi dari League One pada musim 2020/21, Rochdale sempat berada di ambang kebangkrutan dan likuidasi. Kini, dengan status sebagai klub Football League, mereka kembali mendapatkan akses ke pembagian pendapatan kompetisi profesional yang jauh lebih besar untuk menjamin masa depan klub.
Babak tambahan waktu selama 30 menit berlangsung dalam tempo lambat karena kedua tim mulai mengalami kelelahan fisik. Namun, ketenangan Rochdale dalam mengeksekusi penalti menjadi pembeda utama yang membawa mereka kembali ke jajaran 92 klub elit di piramida sepak bola Inggris.