PENAJAM PASER UTARA — Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, menghadiri pengukuhan dan pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Masyarakat Adat Nusantara (Matra) Kalimantan Timur periode 2025–2030. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, pada Minggu (3/5/2026).
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi organisasi adat di Kalimantan Timur untuk memperkuat sinergi dengan pembangunan ibu kota baru. Kehadiran tokoh-tokoh adat dari berbagai wilayah menunjukkan dukungan terhadap visi IKN sebagai simbol keberagaman suku bangsa yang menyatu dalam nilai kebangsaan.
Lokasi Pelantikan di Jantung Pusat Pemerintahan IKN
Pemilihan Kantor Bersama 3 di KIPP Nusantara sebagai lokasi pelantikan memiliki makna simbolis. Basuki menyampaikan apresiasinya kepada jajaran pengurus Matra yang memilih IKN sebagai tempat dimulainya masa bakti kepengurusan baru ini. Menurutnya, IKN adalah ruang pertemuan bagi berbagai latar belakang budaya di Indonesia.
“Kami ucapkan selamat kepada pengurus yang telah dikukuhkan. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik. Saya juga berterima kasih karena IKN dipilih sebagai lokasi pelantikan Matra,” ujar Basuki dalam sambutannya di hadapan para tokoh adat.
Peran Bahasa Indonesia Sebagai Perekat Keberagaman
Di tengah keragaman suku dan adat yang hadir, Basuki mengingatkan bahwa Indonesia memiliki instrumen pemersatu yang sangat kuat. Ia menyoroti peran bahasa nasional dalam menjembatani perbedaan komunikasi antarsuku yang ada di wilayah Kalimantan Timur maupun para pendatang di IKN.
“Di sini kita berasal dari berbagai adat dan suku, namun yang menyatukan kita adalah bahasa Indonesia. Ini sangat powerful,” tegas Basuki. Ia berharap Matra Kaltim mampu menjaga keharmonisan tersebut demi kelancaran pembangunan dan integrasi sosial di wilayah Nusantara.
Komposisi Pengurus DPW Matra Kaltim Periode 2025–2030
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Matra, KPH Andi Bau Malik Barammamase Satrio Sasmita. Dalam struktur kepengurusan yang baru, Bambang Arwanto resmi menjabat sebagai Ketua DPW Matra Kaltim untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Organisasi ini diharapkan menjadi jembatan aspirasi masyarakat adat dalam mendukung pelestarian budaya lokal di tengah modernisasi IKN. Pengukuhan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan lembaga adat yang berkomitmen menjaga stabilitas sosial di Kalimantan Timur.
Fokus utama kepengurusan periode 2025–2030 ini meliputi penguatan identitas budaya lokal dan kontribusi aktif dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara. Sinergi antara pemerintah pusat melalui Otorita IKN dan lembaga adat seperti Matra menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan sosial yang inklusif di masa depan.