Pencarian

IHSG Anjlok 1,41% ke 4.981 di Hari Perdana 81 Saham HSC Didepak dari Indeks

Senin, 02 November 2026 • 09:20:31 WIB
IHSG Anjlok 1,41% ke 4.981 di Hari Perdana 81 Saham HSC Didepak dari Indeks
Papan perdagangan saham menampilkan pelemahan IHSG sebesar 1,41% ke level 4.981 pada pembukaan sesi Senin (2/11/2026).

KALIMANTAN TIMUR — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 1,41% ke level 4.981 pada pembukaan perdagangan Senin (2/11/2026), tepat saat Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai mengecualikan 81 saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Komposit. Pelemahan terjadi hanya lima menit setelah sesi dibuka, dengan 448 saham tertekan dan hanya 119 saham yang menguat.

Data perdagangan BEI mencatat volume transaksi mencapai 3 miliar saham dengan nilai Rp935 miliar pada lima menit pertama. Frekuensi perdagangan tercatat 115.772 kali, sementara 116 saham stagnan di posisi pembukaan.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyebut pelaku pasar mencermati implementasi kebijakan BEI yang mengeluarkan 81 saham HSC dari perhitungan IHSG. Langkah bursa dinilai sebagai upaya meningkatkan kualitas dan transparansi indeks.

Dampak Langsung ke Perhitungan Indeks Komposit

Pengecualian saham HSC mengubah bobot komposisi IHSG secara signifikan. Saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dan likuiditas tipis selama ini menyumbang fluktuasi tajam pada indeks, sehingga pengeluarannya berpotensi membuat pergerakan IHSG lebih mencerminkan saham-saham likuid.

Namun, rebalancing bobot di hari pertama implementasi memicu aksi jual di saham-saham yang terdampak. Tekanan ini terlihat dari rasio saham melemah terhadap saham menguat yang mencapai hampir 4 banding 1 pada awal sesi.

Sentimen Domestik dan Global yang Menekan Pasar

Selain kebijakan BEI, investor mencermati sejumlah rilis data ekonomi Indonesia pekan ini. Inflasi Oktober, aktivitas manufaktur, neraca perdagangan, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026, dan cadangan devisa menjadi agenda yang dapat memengaruhi arah pasar.

Dari eksternal, arah kebijakan The Fed pasca keputusan suku bunga masih menjadi faktor penentu arus modal asing. Perkembangan harga minyak dan tensi geopolitik juga disebut BRIDS berpotensi menekan rupiah dan memperbesar tekanan jual di pasar saham domestik.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Pasar

Bagi investor ritel, penurunan IHSG ke bawah level psikologis 5.000 perlu dicermati bersama perubahan komposisi indeks. Saham-saham yang sebelumnya menjadi penyumbang utama pergerakan IHSG kini tidak lagi masuk perhitungan, sehingga strategi berbasis indeks perlu disesuaikan.

Pelaku pasar disarankan memantau volume dan nilai transaksi pada sesi berikutnya untuk melihat apakah tekanan jual bersifat sementara akibat rebalancing atau berlanjut. Data makro yang dirilis pekan ini akan menjadi katalis penentu arah IHSG selanjutnya.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bloombergtechnoz.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks