KALIMANTAN TIMUR — PT ASABRI (Persero) mengintegrasikan prinsip Creating Shared Value (CSV) ke dalam seluruh kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan sejak Semester I-2026. Langkah ini menegaskan posisi ASABRI sebagai BUMN pengelola asuransi sosial yang tidak hanya berorientasi laba, tetapi juga menargetkan dampak sosial terukur bagi peserta dan masyarakat. Program TJSL ASABRI kini dipetakan mengikuti pilar-pilar Sustainable Development Goals (SDGs).
Direktur Utama ASABRI Jeffry Haryadi P. Manullang menyatakan pendekatan CSV dipilih agar perusahaan tidak sekadar menyalurkan bantuan, melainkan mengambil peran strategis dalam menjawab kebutuhan penerima manfaat. Menurut Jeffry, setiap program dirancang untuk menciptakan manfaat ekonomi perusahaan sekaligus memberikan dampak sosial bagi peserta ASABRI, keluarga peserta, dan masyarakat luas.
Mengapa ASABRI Pakai Pendekatan CSV, Bukan Sekadar Bantuan
Jeffry menegaskan pelaksanaan TJSL ASABRI tidak berhenti pada pemberian bantuan sesaat. Perusahaan ingin memastikan program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan riil penerima manfaat.
"Bagi ASABRI, penerapan Creating Shared Value melalui TJSL bukan sekadar tentang memberikan bantuan, tetapi bagaimana perusahaan mengambil peran strategis untuk menjawab kebutuhan dan menghadirkan dampak yang bermakna," kata Jeffry dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan, setiap program diupayakan memberi manfaat bagi peserta ASABRI maupun masyarakat umum. "Kami berupaya agar setiap program ini mampu menjadi pijakan dan memberikan dampak, khususnya bagi peserta ASABRI dan tentu juga bagi masyarakat umum agar dapat menikmati hidup yang lebih sehat, mengembangkan potensinya secara mandiri, dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan," papar Jeffry.
Siapa Saja yang Jadi Sasaran Program TJSL ASABRI
ASABRI merancang program TJSL dengan mengedepankan prinsip penciptaan nilai ekonomi yang berjalan seiring nilai sosial. Sasaran program mencakup peserta aktif, peserta pensiunan, keluarga peserta, hingga masyarakat luas.
Hingga Semester I-2026, seluruh inisiatif TJSL ASABRI dipetakan berdasarkan pilar-pilar SDGs. Pemetaan ini dilakukan agar pelaksanaan program memiliki sasaran jelas dan dampak yang dapat diukur, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Sekretaris Perusahaan ASABRI Okki Jatnika menyebut keberagaman kondisi dan kebutuhan penerima manfaat menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan program. Setiap penerima manfaat dinilai memiliki cerita dan kebutuhan berbeda, sehingga ASABRI berupaya menghadirkan program yang membuka peluang kehidupan lebih baik ke depan.
"Setiap penerima manfaat memiliki cerita dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, ASABRI berupaya menghadirkan program yang tidak hanya memberikan manfaat pada hari ini, tetapi juga membuka peluang untuk kehidupan yang lebih baik ke depannya," jelas Okki.
Dampak yang Ingin Dirasakan Peserta dan Masyarakat
Okki menegaskan ASABRI ingin memastikan manfaat program dapat dirasakan peserta dan keluarganya, masyarakat umum, serta lingkungan sekitar. Kehadiran perusahaan diharapkan kembali terasa melalui manfaat nyata dan bermakna, bukan sekadar laporan tahunan.
"Kami ingin kehadiran ASABRI dapat dirasakan kembali melalui manfaat yang nyata dan bermakna, utamanya bagi peserta ASABRI dan keluarganya, kepada masyarakat secara umum, serta bagi lingkungan," tegas Okki.
Pelaksanaan TJSL menjadi bagian dari upaya ASABRI menjalankan kinerja berkelanjutan sebagai perusahaan yang mengemban amanah negara di bidang asuransi sosial. Bagi peserta yang sebagian besar merupakan prajurit TNI, anggota Polri, dan ASN di lingkungan pertahanan keamanan, program ini menjadi penopang tambahan di luar manfaat asuransi utama.
Langkah ASABRI sejalan dengan arahan Kementerian BUMN yang mendorong perusahaan pelat merah mengaitkan program TJSL dengan target pembangunan berkelanjutan. Dengan memetakan seluruh inisiatif ke pilar SDGs, ASABRI berharap setiap rupiah yang disalurkan dapat dipertanggungjawabkan dampaknya, baik secara sosial maupun ekonomi.