Pencarian

Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 ke Rp 2.602.000 per Gram pada 14 September 2026

Senin, 14 September 2026 • 09:19:31 WIB
Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 ke Rp 2.602.000 per Gram pada 14 September 2026
Harga emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Setiabudi One, Jakarta, turun Rp 2.000 menjadi Rp 2.602.000 per gram pada Senin (14/9/2026).

KALIMANTAN TIMUR — Buyback atau nilai yang diterima pemilik emas saat menjual kembali juga turun. Harganya kini Rp 2.452.000 per gram, melemah Rp 2.000 dari sebelumnya.

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut posisi harga emas batangan Antam di BELM Setiabudi One Jakarta pada Senin (14/9/2026):

  • Harga jual: Rp 2.602.000 per gram (turun Rp 2.000)
  • Harga buyback: Rp 2.452.000 per gram (turun Rp 2.000)
  • Lokasi pengambilan: Butik Emas Logam Mulia Setiabudi One, Jakarta

PPN Tidak Dipungut Sesuai PP No. 49 Tahun 2022

Pembelian emas Antam saat ini bebas pemungutan PPN. Ketentuan itu mengacu pada PP No. 49 Tahun 2022, sehingga nilai PPN tidak masuk perhitungan grand total pembelian.

Meski begitu, pembeli tetap dikenakan PPh 22 dengan tarif 0,25 persen sesuai PMK Nomor 48 Tahun 2023. Bukti potong PPh 22 diterbitkan PT Antam Tbk selaku penjual.

Apa Artinya bagi Investor Emas

Penurunan Rp 2.000 per gram terbilang tipis, sekitar 0,08 persen dari harga jual. Bagi investor yang hendak membeli, selisih harga jual dan buyback kini mencapai Rp 150.000 per gram.

Spread itu penting dicermati karena menentukan titik impas saat merealisasikan keuntungan. Semakin lebar selisihnya, semakin besar kenaikan harga yang dibutuhkan agar posisi tidak merugi.

Investasi emas mengandung risiko. Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar global dan nilai tukar rupiah.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks