Pencarian

Dinkes Kaltim Siagakan 20 Rumah Oksigen di 10 Kabupaten/Kota Antisipasi Dampak Karhutla, 128 Tabung Portabel Disiapkan

Senin, 07 September 2026 • 20:01:31 WIB
Dinkes Kaltim Siagakan 20 Rumah Oksigen di 10 Kabupaten/Kota Antisipasi Dampak Karhutla, 128 Tabung Portabel Disiapkan
Dinkes Kaltim menyiagakan 20 Rumah Oksigen di 10 kabupaten/kota untuk mengantisipasi dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat.

SAMARINDA — Dinkes Kaltim memastikan kesiapan fasilitas kesehatan menghadapi potensi dampak karhutla. Sebanyak 20 Rumah Oksigen telah disiapkan di berbagai fasilitas kesehatan, menyusul kekhawatiran meningkatnya pasien gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menegaskan, hingga saat ini tidak ada fasilitas kesehatan yang rusak maupun mengalami disrupsi layanan akibat karhutla. “Tidak ada fasilitas kesehatan yang rusak maupun mengalami disrupsi layanan akibat karhutla,” katanya di DPRD Kaltim, Senin (7/9/2026).

Sebaran 20 Rumah Oksigen dan Stok Tabung Penyangga

Rumah Oksigen tersebut ditempatkan secara strategis di daerah rawan. Berau menjadi wilayah dengan titik terbanyak, yakni 4 lokasi, disusul Kutai Timur dan Kutai Kartanegara masing-masing 3 titik.

Sebaran lainnya meliputi 2 titik di Paser, 2 di Penajam Paser Utara, dan 2 di Kutai Barat. Adapun Samarinda, Balikpapan, Bontang, dan Mahakam Ulu masing-masing mendapat 1 titik.

Untuk memperkuat layanan, Dinkes Kaltim juga menyiapkan 128 tabung oksigen portabel berkapasitas 1 meter kubik dan 64 tabung berkapasitas 6 meter kubik. Sebanyak 197 set regulator dan nasal cannula turut disiapkan sebagai stok penyangga.

Keterbatasan Masker dan Pemantauan Kualitas Udara

Di balik kesiapan itu, Jaya mengakui masih ada sejumlah keterbatasan. Salah satunya ketersediaan masker dan alat pelindung diri (APD), plus keterbatasan tenaga kesehatan untuk pelayanan aktif di wilayah terdampak.

Pelayanan di sejumlah daerah masih mengandalkan puskesmas secara pasif. Kondisi geografis Kaltim yang luas menjadi tantangan tersendiri untuk menjangkau masyarakat di wilayah sulit diakses.

Jika kondisi memburuk, Dinkes mendorong pembentukan Tim Gerak Cepat (TGC) di tingkat puskesmas. Tim ini akan melibatkan kader dan relawan guna memperluas jangkauan pelayanan.

Soal pemantauan udara, pengukuran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) belum bisa rutin dilakukan di seluruh wilayah lantaran keterbatasan anggaran. “Dinkes mendorong optimalisasi Sanitarian Kit untuk pemantauan PM2.5 sebagai salah satu upaya memperkuat informasi kualitas udara di wilayah terdampak,” jelas Jaya.

Antisipasi Kekeringan di Mahakam Ulu

Dinkes Kaltim tak hanya fokus pada karhutla. Dampak kekeringan di Mahakam Ulu juga menjadi perhatian serius menyusul penurunan muka air Sungai Mahakam.

Kondisi itu berpotensi mengganggu akses transportasi menuju Long Apari dan Long Pahangai, termasuk distribusi obat serta logistik kesehatan. Minimnya air bersih juga berisiko memicu penyakit kulit dan gangguan pencernaan.

Logistik khusus telah disiapkan untuk wilayah tersebut, mulai dari masker medis dewasa dan anak, masker N95, obat gangguan pernapasan dan alergi, vitamin, hingga obat gangguan pencernaan.

Imbauan untuk Kelompok Rentan

Jaya mengingatkan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit penyerta, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. “Dan silakan menggunakan masker saat berada di wilayah yang terpapar asap,” pungkasnya.

Pemantauan kondisi kesehatan masyarakat dilakukan melalui Event Based Surveillance (EBS) dalam Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta SIPKK. Sistem ini dipakai untuk mendeteksi dini peningkatan kasus terkait karhutla maupun kekeringan.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infosatu.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks